Aprilia Kecewa Belum Dapat Sponsor Utama di MotoGP
Aprilia Kecewa Belum Dapat Sponsor Utama di MotoGP - sumber: (motorsport)
Berita MotoGP kali ini datang dari CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang mengungkapkan kekecewaannya karena timnya belum berhasil mendapatkan sponsor utama, meskipun telah menjalani musim MotoGP yang paling sukses hingga saat ini. Aprilia, yang tetap menjadi satu-satunya tim pabrikan di grid tanpa mitra penamaan menjelang musim 2026, memiliki beberapa merek ternama dalam portofolionya. Namun, berbeda dengan tim lain seperti Ducati dengan Lenovo dan Yamaha dengan Monster Energy, Aprilia belum mendapatkan sponsor utama.
Sebagai produsen kecil dibandingkan dengan raksasa Jepang seperti Honda dan Yamaha, Aprilia menghadapi tantangan finansial yang berbeda. Meskipun berada di bawah payung Grup Piaggio, Aprilia masih kalah besar dibandingkan dengan Ducati yang dimiliki oleh Volkswagen Group dan KTM yang dimiliki oleh Bajaj Auto. Meski demikian, investasi yang konsisten telah menjadikan Aprilia pemimpin yang konsisten di lintasan, dengan pabrik Noale meraih empat kemenangan tahun lalu dan menempati posisi kedua dalam klasemen pabrikan.
Rivola menyatakan frustrasinya saat peluncuran RS-GP26, di mana ia berharap kesuksesan Aprilia di lintasan dapat menarik sponsor utama. Ia menekankan pentingnya keyakinan dari mitra-mitra mereka terhadap proyek yang sedang berjalan, termasuk kepercayaan pada dirinya dan tim teknis di Aprilia. Meski belum berhasil mendapatkan sponsor utama, Rivola optimis dan bertekad untuk menemukan solusi, berharap bisa memberi kabar baik kepada CEO Piaggio, Michele Colannino, mengenai penemuan dana sebesar 10 juta euro untuk anggaran mereka.
Namun, Rivola juga menyoroti perbedaan nilai komersial antara MotoGP dan Formula 1. Meskipun MotoGP memiliki jangkauan global yang luas, potensi komersialnya belum sepenuhnya dimanfaatkan seperti Formula 1. Rivola percaya bahwa karakteristik unik MotoGP harus dipertahankan, dan penting untuk meningkatkan nilai merek dan menggunakan pembalap sebagai duta besar untuk pertunjukan yang mereka hadirkan.
Kalender MotoGP semakin padat dengan rencana 22 balapan pada musim 2025, yang menimbulkan beragam pendapat di kalangan pembalap mengenai dampaknya. Rivola menilai bahwa fokus seharusnya pada peningkatan keuntungan tim, sambil mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah tes untuk menjaga keseimbangan. Ia percaya bahwa dengan meningkatkan level bisnis, mereka dapat mengelola jumlah balapan yang lebih banyak dan mendapatkan manfaat dari bergabungnya sponsor utama dengan MotoGP.
Artikel Tag: Massimo Rivola