Kanal

Adaptasi Berat Toprak Razgatlioglu Akan Buatnya Jadi Rider MotoGP Tangguh

Penulis: Abdi Ardiansyah
26 Feb 2026, 16:45 WIB

Andrea Dovizioso dan Toprak Razgatlioglu

Berita MotoGP: Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP berjalan tidak mudah akibat performa Yamaha yang belum kompetitif. Namun Andrea Dovizioso menilai situasi sulit tersebut justru bisa menjadi bekal penting bagi masa depan sang rookie.

Perjalanan awal Toprak Razgatlioglu di MotoGP musim 2026 jauh dari kata mulus. Pembalap asal Turki itu harus menghadapi kenyataan pahit setelah Yamaha masih bergulat dengan berbagai persoalan teknis pada motor M1 bermesin V4 terbaru mereka.

Setelah sukses meraih tiga gelar World Superbike, ekspektasi terhadap Razgatlioglu sangat tinggi ketika memutuskan pindah ke kelas premier. Ia bergabung dengan tim satelit Pramac Racing menggantikan Miguel Oliveira, namun proses adaptasi justru berlangsung lebih berat dari perkiraan.

Masalah utama datang dari pengembangan mesin V4 Yamaha yang belum stabil. Pada tes pramusim Sepang, tim bahkan harus menghentikan aktivitas lintasan karena kekhawatiran terkait keamanan mesin. Situasi tersebut membuat waktu adaptasi Razgatlioglu menjadi sangat terbatas.

Pembalap berusia 29 tahun itu juga mengakui tekanan mental yang muncul akibat performa motor yang belum sesuai harapan. Meski demikian, test rider Yamaha Andrea Dovizioso justru melihat sisi positif dari kondisi tersebut.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, mantan rival utama Marc Marquez itu menilai ekspektasi terhadap Razgatlioglu terlalu tinggi untuk seorang debutan MotoGP.

“Saya rasa ekspektasi terhadap Toprak terlalu besar. Itu bagus karena dia memang layak mendapat perhatian,” ujar Dovizioso. “Namun secara realistis, musim 2026 akan sangat sulit baginya karena banyak hal yang harus dipelajari.”

Menurut Dovizioso, menghadapi banyak situasi sulit justru akan mempercepat proses pendewasaan Razgatlioglu sebagai pembalap prototype.

“Akan ada banyak momen sulit yang memaksanya tetap tenang dan bekerja keras. Pengalaman itu penting agar dia bisa menutup musim dengan pemahaman lebih baik dan siap menghadapi regulasi baru,” tambahnya.

MotoGP memang menghadirkan tantangan berbeda dibanding World Superbike. Selain perbedaan ban Michelin dan karakter mesin prototype, gaya balap juga menuntut adaptasi besar, termasuk penggunaan aerodinamika serta manajemen elektronik yang jauh lebih kompleks.

Karena alasan itu, Yamaha secara khusus melibatkan Dovizioso untuk membantu proses transisi Toprak Razgatlioglu selama tes pramusim. Pengalaman panjang Dovizioso sebagai penantang gelar dunia bersama Ducati dianggap penting untuk mempercepat kurva belajar sang rookie.

Meski peluang bersaing di papan atas musim ini masih kecil, Dovizioso percaya kesabaran akan menjadi kunci utama. Jika mampu melewati fase sulit bersama Yamaha, Razgatlioglu diyakini bisa menjadi ancaman serius ketika regulasi baru MotoGP mulai berlaku pada 2027.

Artikel Tag: yamaha, Andrea Dovizioso, Toprak Razgatlioglu, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru