Menurut Aryna Sabalenka, Petenis Bisa Boikot Grand Slam Akibat Bayaran
Aryna Sabalenka [image: getty images]
Berita Tenis: Merasa tidak puas dengan hadiah uang yang ditawarkan di Grand Slam, para petenis tidak mengesampingkan kemungkinan boikot dan Aryna Sabalenka pun ikut buka suara terkait hal tersebut.
Namun, apa pendapat petenis nomor 1 dunia?
Selama konferensi pers Italian Open musim 2026 di Roma, juara Miami Open musim 2026 menyampaikan pandangannya tentang perselisihan hadiah uang di Grand Slam.
“Tentu saja, ketika anda melihat angkanya dan anda melihat jumlah yang diterima para petenis,” ungkap Sabalenka. “Saya merasa bahwa turnamen ini bergantung pada kami. Saya merasa bahwa tanpa kami, tidak akan ada turnamen dan tidak akan ada hiburan seperti ini. Saya merasa bahwa kami pantas mendapatkan persentase bayaran yang lebih tinggi.”
“Apa yang bisa saya katakan? Saya hanya sangat berharap bahwa semua negosiasi yang sedang kami lakukan, pada akhirnya kami akan sampai pada keputusan yang tepat, pada kesimpulan yang akan membuat semua orang senang.”
Juara Indian Wells Open musim 2026 kemudian ditanya apakah ia percaya para petenis akan mengancam untuk memboikot Grand Slam.
“Saya pikir suatu saat nanti kita akan memboikotnya. Saya merasa itu akan menjadi satu-satunya cara untuk memperjuangkan hak-hak kita,” jawab Sabalenka.
Para petenis tidak secara khusus mengeluhkan hadiah uang, tetapi persentase pendapatan yang mereka terima. Setelah mendengar bahwa hadiah uang di French Open hanya meningkat sebesar 9,5% dari musim 2025 hingga 2026, para petenis top di dunia tenis putra maupun putri mengeluarkan pernyataan bersama.
Seperti halnya semua boikot, keberhasilannya bergantung pada berapa banyak petenis yang berkomitmen. Jika Sabalenka, Novak Djokovic, Jannik Sinner, Coco Gauff, dan bintang-bintang top lainnya mengancam untuk tidak ikut serta dalam French Open, Grand Slam tersebut harus merespons.
Media siar akan sangat terpukul oleh penurunan jumlah penonton dan French Open tentu tidak mampu menanggung publisitas negatif seperti itu. Tetapi, jika hanya beberapa petenis yang setuju untuk memboikot, Grand Slam di Roland Garros kemungkinan akan "lolos begitu saja".
French Open dapat mengatasi satu atau dua bintang top yang absen dari Grand Slam tersebut, seperti yang akan terjadi ketika Carlos petenis berkebangsan Spanyol, Alcaraz melewatkan Grand Sam tersebut karena cedera.
Masih harus dilihat apakah para petenis mengancam untuk memboikot Grand Slam musim ini, tetapi ini tentu akan menjadi cerita yang perlu diperhatikan selama beberapa bulan mendatang.
French Open musim 2026 dimulai pada 24 Mei mendatang.
Artikel Tag: Novak Djokovic, French Open, Aryna Sabalenka