Max Verstappen Isyaratkan Pensiun Dini Jika Aturan F1 Tak Sesuai Harapan
Max Verstappen
Berita F1: Masa depan Max Verstappen di Formula 1 kembali menjadi bahan perbincangan setelah sang juara dunia empat kali itu menyebut regulasi baru yang akan diterapkan pada 2026 bisa memengaruhi keputusannya untuk bertahan atau tidak di F1. Meski saat ini masih terikat kontrak dengan Red Bull hingga akhir musim 2028, Verstappen menegaskan bahwa ia tidak memiliki ambisi membalap hingga usia lanjut.
Pebalap asal Belanda tersebut sebelumnya sudah menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin mengikuti jejak Fernando Alonso atau Lewis Hamilton yang tetap berkompetisi hingga usia akhir 30 atau awal 40 tahun. Dengan usianya yang akan menginjak 29 tahun pada 2026, Verstappen menilai fase tersebut sebagai periode krusial dalam kariernya.
Mulai 2026, Formula 1 akan memasuki era baru dengan perubahan besar pada regulasi teknis, termasuk penggunaan unit daya yang lebih mengandalkan sistem elektrifikasi serta bahan bakar berkelanjutan. Red Bull juga akan menjalani tantangan besar karena untuk pertama kalinya memproduksi unit daya sendiri melalui Red Bull Powertrains, bekerja sama dengan Ford. Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, sebelumnya mengakui bahwa proyek tersebut berpotensi menghadapi kesulitan pada tahap awal.
Meski situasinya penuh ketidakpastian, Verstappen mengaku tetap tenang. “Ini memang tahun yang sangat menentukan,” ujar Verstappen kepada De Telegraaf. “Namun dari semua orang di sekitar saya, justru saya yang paling santai. Saya akan menghadapinya dan pada akhirnya semuanya akan menemukan jalannya.”
Saat ditanya mengenai kemungkinan pensiun lebih awal, Verstappen tidak menutup opsi tersebut sepenuhnya. “Apakah mungkin saya berhenti total bahkan sebelum 2029 jika saya tidak cocok dengan regulasinya? Ya, itu bisa saja terjadi, tetapi hanya jika semuanya berjalan sangat negatif,” ucapnya dengan nada jujur.
Meski demikian, Max Verstappen menegaskan bahwa target utamanya tetap menyelesaikan kontraknya bersama Red Bull. Ia menyebut hubungan yang harmonis dengan tim sebagai faktor penting yang membuatnya nyaman. “Itu selalu menjadi tujuan saya. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan semua orang di Red Bull, dan hal tersebut sangat berarti bagi saya,” katanya.
Verstappen juga menyinggung bahwa masa depannya tidak hanya bergantung pada Formula 1. Ia kini aktif mengembangkan proyek balap lain, termasuk keterlibatannya di ajang GT3 melalui tim balap miliknya. Aktivitas padat itu membuat jadwalnya semakin sibuk, tetapi ia menyadari bahwa hal tersebut merupakan bagian dari profesinya sebagai pebalap profesional.
Dengan perubahan besar yang akan datang, musim-musim menuju 2026 dipastikan menjadi periode penentuan bagi Verstappen, baik dalam menentukan kelanjutan dominasinya di Formula 1 maupun arah kariernya di dunia balap secara keseluruhan.
Artikel Tag: Max Verstappen, Red Bull, F1 2026