Kanal

Honda Kenang Hubungan Spesial dengan Verstappen Usai Berpisah di Abu Dhabi

Penulis: Abdi Ardiansyah
12 Jan 2026, 10:30 WIB

Presiden Honda, Koji Watanabe, dan Max Verstappen

Berita F1: Balapan terakhir Formula 1 musim lalu di Abu Dhabi menjadi momen penuh emosi bagi Honda yang selama bertahun tahun mendampingi Red Bull meraih kesuksesan. Presiden Honda, Koji Watanabe, secara terbuka menyebut suasana tim kala itu terasa sedih, menyusul berakhirnya kolaborasi yang telah terjalin sejak 2018.

Meski secara resmi meninggalkan Formula 1 pada akhir 2021, produsen mesin asal Jepang tersebut tetap memberikan dukungan teknis kepada Red Bull Powertrains. Kerja sama itu berbuah manis melalui dominasi Max Verstappen yang sukses merebut empat gelar juara dunia secara beruntun, sebuah pencapaian yang memperkuat posisi tim sebagai kekuatan utama di era turbo hybrid.

Watanabe menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari hubungan kerja yang saling percaya antara Verstappen dan para insinyur. “Kami selalu memiliki tujuan yang sama, yaitu berada di level tertinggi,” ujar Watanabe dalam pernyataan yang dikutip media Eropa. Ia menyebut Verstappen sebagai pebalap luar biasa yang memperlakukan seluruh tim dengan kejujuran dan rasa hormat. Menurutnya, sikap profesional itulah yang membuat kerja sama berjalan sangat solid selama bertahun tahun.

Akhir pekan Abu Dhabi pun menjadi simbol penutup perjalanan panjang tersebut. Watanabe mengakui ada perasaan campur aduk antara antusiasme menyongsong tantangan baru dan kesedihan karena harus berpisah. “Setelah tujuh tahun bekerja bersama, tentu ada emosi yang sulit dihindari. Kami menantikan petualangan baru, namun momen ini tetap terasa menyentuh,” katanya.

Mulai musim mendatang, pabrikan Honda akan kembali berkompetisi penuh sebagai pemasok unit daya, kali ini melalui kemitraan strategis dengan Aston Martin seiring dimulainya siklus regulasi teknis baru. Langkah tersebut menandai komitmen jangka panjang mereka di Formula 1, meski dengan arah yang berbeda dari sebelumnya.

Watanabe juga menyoroti besarnya pengaruh Verstappen di Jepang. Popularitas sang juara dunia disebutnya sebanding dengan era Ayrton Senna ketika bekerja sama dengan pabrikan yang sama pada akhir 1980an hingga awal 1990an. “Max sangat dicintai di Jepang. Banyak orang kini langsung mengaitkannya dengan kami, seperti halnya Senna di masa lalu,” ujarnya.

Menurut Watanabe, kepercayaan Verstappen kepada para teknisi selalu menjadi sumber motivasi besar. Ia menegaskan bahwa kontribusi sang pebalap akan selalu dikenang, meskipun kerja sama resmi telah berakhir.

Artikel Tag: Honda, Max Verstappen, F1 2025, gp abu dhabi, aston martin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru