Manny Pacquiao Ungkap Alasan Kagumi Gaya Bertarung Naoya Inoue
Manny Pacquiao dan Naoya Inoue
Berita Tinju - Pujian dari Manny Pacquiao tentu memiliki arti tersendiri bagi dunia tinju. Sebagai satu satunya petinju yang pernah menjadi juara dunia di delapan kelas berbeda, Pacquiao dikenal sebagai salah satu figur paling dihormati dalam olahraga ini.
Dalam wawancara terbaru bersama Vibe, petinju asal Filipina tersebut diminta menyebut nama petinju aktif yang paling ia sukai untuk ditonton. Tanpa ragu, Pacquiao langsung memilih Naoya Inoue.
"Saya sangat senang menyaksikan Inoue. Ya, Inoue, petinju asal Jepang itu," kata Pacquiao.
Menurut mantan juara dunia delapan divisi tersebut, kekuatan terbesar Inoue bukan hanya terletak pada kecepatan pukulan, tetapi juga kemampuan bergerak di atas ring.
"Dia sangat cepat dan memiliki footwork yang luar biasa. Bahkan sebelum dia menjadi juara dunia, dia pernah bertanya kepada saya apa yang paling penting untuk dilatih. Saat itu saya menyarankan agar dia fokus pada footwork."
Manny Pacquiao menjelaskan bahwa pergerakan kaki merupakan fondasi penting dalam tinju modern karena memungkinkan seorang petinju mengendalikan ritme pertarungan sekaligus menjaga keseimbangan ketika melepaskan kombinasi pukulan.
"Kalau memiliki footwork yang bagus, Anda bisa mengontrol lawan. Anda juga dapat melepaskan kombinasi pukulan dengan baik tanpa kehilangan keseimbangan," ujarnya.
Perkembangan Inoue dalam beberapa tahun terakhir seolah membuktikan nasihat tersebut. Petinju berjulukan The Monster itu kini dianggap banyak pengamat sebagai salah satu petinju terbaik di dunia tanpa memandang kelas. Ia sukses menjadi juara dunia tak terbantahkan di dua divisi berbeda, yakni kelas bantam dan kelas bantam super, sekaligus dikenal sebagai salah satu petinju dengan persentase knockout tertinggi di level elite.
Penampilan terakhir Inoue juga semakin memperkuat reputasinya. Pada Mei lalu, petinju berusia 33 tahun itu mempertahankan gelar juara dunia WBA, WBC, IBF, dan WBO kelas bantam super setelah mengalahkan Junto Nakatani melalui kemenangan mutlak di hadapan sekitar 55 ribu penonton yang memadati Tokyo Dome.
Saat ini, Inoue diproyeksikan menghadapi Jesse Rodriguez dalam duel yang diperkirakan menjadi pertarungan terakhirnya di kelas bantam super sebelum naik ke kelas bulu super. Laga tersebut berpotensi menjadi salah satu duel terbesar dalam dunia tinju beberapa tahun terakhir karena mempertemukan dua petinju yang sama sama berada di jajaran pound for pound terbaik dunia.
Bagi Manny Pacquiao, gaya bertarung agresif, kombinasi pukulan cepat, dan kemampuan menyerang tanpa henti membuat Inoue menjadi sosok yang sangat menarik untuk disaksikan. Meski demikian, legenda asal Filipina itu tetap meyakini setiap petinju hebat memiliki ciri khas masing masing yang tidak bisa disamakan.
Artikel Tag: Manny Pacquiao, WBO, WBA, WBC, IBF, naoya inoue, Kelas Bantam, kelas bulu super, Kelas Bantam Super, Jesse Rodriguez