Luciano Spalletti Ungkap Alasan Tak Andalkan Pemain Muda Kontra NEC
Pelatih Juventus Luciano Spalletti (Image: Juventus)
Berita Liga Europa: Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengungkap alasannya tidak mengandalkan para pemain muda dalam pertandingan melawan NEC Nijmegen di Liga Europa.
I Bianconeri berlaga di Liga Europa pada musim ini setelah hanya mampu finis keenam di Serie A musim lalu, dan mereka mengawali turnamen dengan menjamu NEC Nijmegen di Allianz Stadium, Turin pada Jumat (18/9) dini hari WIB.
Juventus sudah menegaskan dominasinya di babak pertama lewat gol-gol dari Nico Gonzalez dan dua pemain baru, Kerim Alajbegovic dan Nick Woltemade.
Di babak kedua, pelatih Luciano Spalletti memasukkan Randal Kolo Muani yang sukses menahbiskan kemenangan 5-0 lewat sebuah golnya dan juga sebuahassist untuk gol yang diciptakan pemain baru lainnya, Zeki Celik.
Spalletti kehilangan 10 pemain untuk laga ini karena gabungan cedera dan juga skorsing. Ini bisa menjadi kesempatan untuknya mengandalkan para pemain muda, namun dia hanya memasukkan Augusto Owusu di menit-menit akhir.
Spalletti ditanyakan oleh Alessandro Del Piero soal tidak memberi kesempatan bermain kepada para pemain muda. Namun, dia punya alasan kuat untuk tidak mengambil risiko itu di tengah kerentanan tim setelah kekalahan dari Sassuolo.
"Setiap kali ada situasi apa pun, di mana Anda melakukan eksplorasi, selalu ada kejutan. Jadi, fakta bahwa ada tim yang bermain seperti ini di sini harus ditanggapi dengan serius dan harus dipelajari secara mendalam untuk mendapatkan ide-ide baru yang dapat diterapkan," kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
"Jika tim Italia kalah dalam pertandingan melawan mereka, mereka harus datang kepada Anda keesokan harinya. Tidak akan mudah setelah kalah dalam pertandingan seperti itu.
"Mungkin tepat untuk menyoroti gaya bermain mereka karena mereka telah memenangkan begitu banyak pertandingan dan mencetak begitu banyak gol. Sepak bola bergerak ke arah ini di sini, lalu ada tim-tim yang matang yang memberi Anda ruang dan membiarkan Anda mundur dengan sepuluh pemain di tepi area penalti.
"Tetapi cara bermain terbuka dengan umpan-umpan konstan yang membuat Anda kesulitan dan tidak ada lagi kewajiban untuk membuat semua orang kompak dan bersatu di sekitar bola, ini adalah hal-hal... seperti kiper yang saya mainkan."
Artikel Tag: Juventus, Luciano Spalletti, NEC Nijmegen