Los Angeles Sparks Rekrut Kate Martin usai Dilepas Golden State Valkyries
Kate Martin mengaku masa-masa setelah dicoret Valkyries menjadi pengalaman emosional dalam karier profesionalnya. (Foto: AP)
Kate Martin resmi bergabung dengan Los Angeles Sparks melalui slot development roster hanya empat hari setelah dilepas Golden State Valkyries.
Sparks mengumumkan perekrutan Martin pada Minggu (10/5) pagi waktu setempat.
Beberapa jam kemudian, pemain berusia 25 tahun itu langsung tiba di Crypto.com Arena untuk bergabung dengan tim barunya menjelang laga pembuka musim melawan Las Vegas Aces.
Kate Martin mengaku masa-masa setelah dicoret Valkyries menjadi pengalaman emosional dalam karier profesionalnya.
Saat berbicara kepada media, ia bahkan sempat menahan tangis ketika mengenang proses tersebut.
“Itu sangat berat. Tetapi ini adalah keputusan bisnis dan memang seperti itulah olahraga profesional,” kata Kate Martin.
“Sekarang saya merasa bisa memahami banyak orang yang pernah mengalami situasi seperti ini. Pengalaman ini akan membantu saya berkembang sebagai pemimpin dan pribadi.”
Pada musim lalu bersama Valkyries, Martin mencatat rata-rata 6,2 poin dan 2,7 rebound dalam 16,4 menit per pertandingan.
Golden State merekrutnya dari Aces melalui expansion draft menjelang musim 2025, setelah sebelumnya dipilih Las Vegas pada urutan ke-18 NBA Draft WNBA 2024 dari Universitas Iowa.
Pelatih Valkyries, Natalie Nakase, mengaku keputusan melepas Kate Martin bukan hal mudah bagi organisasi.
“Ini sangat emosional dan menyakitkan. Kate adalah bagian dari keluarga kami dan seseorang yang sangat kami pedulikan,” ujar Nakase. “Namun kami juga sedang berusaha membangun tim terbaik.”
Martin mengatakan dirinya menerima kabar pencoretan pada Rabu lalu. Meski kecewa harus meninggalkan Golden State dan rekan-rekan setimnya, ia memilih melihat situasi tersebut secara positif.
“Saya sangat menyukai masa-masa saya di Golden State. Bagian tersulit adalah meninggalkan rekan setim,” kata Martin.
“Namun perjalanan karier saya memang tidak selalu mudah. Saya bisa memilih tenggelam dalam hal negatif atau belajar dan berkembang dari situasi ini.”
Pemain yang pernah membela Iowa bersama Caitlin Clark itu juga mengungkapkan alasan memilih Sparks dibanding opsi lain.
Ia merasa pendekatan pelatih Lynne Roberts membuatnya yakin pindah ke Los Angeles.
“Mereka benar-benar menginginkan saya di sini. Saya merasa cocok dengan sistem permainan mereka,” ujar Martin.
Keberadaan sejumlah pemain yang sudah dikenalnya juga membantu proses adaptasi. Martin mengaku sempat menghubungi Kelsey Plum sebelum tiba di Los Angeles.
Keduanya pernah menjadi rekan setim di Las Vegas saat musim rookie Martin.
Dengan status development roster, Martin bisa tampil maksimal dalam 12 pertandingan sepanjang musim.
Sistem tersebut mirip kontrak two-way player di NBA dan merupakan aturan baru dalam perjanjian kerja bersama WNBA musim ini.
Kate Martin akan menerima bayaran sebesar 6.136 dolar AS per pertandingan serta tunjangan mingguan 750 dolar AS ketika tidak aktif bermain.
Ia mengaku bersyukur aturan baru tersebut hadir tepat ketika dirinya kehilangan tempat di roster utama.
“Saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini karena peluang seperti ini tidak selalu ada di liga,” ujar Martin.
Artikel Tag: Los Angeles Sparks, WNBA