LIV Golf Prioritaskan Bonus Petinggi di Tengah Tunggakan Vendor
LIV Golf berencana melanjutkan kompetisi melalui proyek yang disebut LIV 2.0 pada 2027. (Foto: Golf Digest)
LIV Golf membayarkan lebih dari 15 juta dolar AS kepada sejumlah eksekutif senior untuk mempertahankan mereka pada bulan-bulan terakhir sebelum Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menghentikan dukungan finansial terhadap liga tersebut.
Sementara itu, sejumlah vendor dan kontraktor dilaporkan masih belum menerima pembayaran atas tagihan mereka.
Menurut laporan media yang mengulas dokumen pengadilan yang diajukan pekan lalu, CEO LIV Golf Scott O’Neil menerima pembayaran retensi sebesar 6,375 juta dolar AS pada Juni 2026.
Pembayaran itu diberikan menjelang pengajuan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 pada September di Pengadilan Kebangkrutan Amerika Serikat di New Jersey.
Selain pembayaran tersebut, O’Neil juga menerima bonus sebesar 2,68 juta dolar AS pada Februari. Secara keseluruhan, ia memperoleh 13,67 juta dolar AS selama periode September 2025 hingga Agustus 2026.
Laporan Front Office Sports menyebutkan, sejumlah petinggi LIV Golf lainnya juga menerima bonus retensi minimal 1 juta dolar AS pada musim panas tahun ini.
Direktur keuangan David Phillipps menerima 3,36 juta dolar AS, sedangkan kepala bagian hukum John Ruzich memperoleh 2,61 juta dolar AS.
Presiden operasional bisnis Chris Heck menerima 1,31 juta dolar AS, sementara kepala sumber daya manusia global Jennifer Frieman mendapatkan 1,04 juta dolar AS.
Pembayaran tersebut menjadi sorotan di tengah persoalan tagihan yang belum diselesaikan kepada berbagai vendor dan kontraktor.
Pada sebuah acara LIV Golf pada Agustus, O’Neil sempat ditanya mengenai pembayaran yang masih tertunggak.
“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan dapat memenuhi kewajiban kepada mereka dan membayar pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan saya berharap kami bisa melakukannya,” kata O’Neil, menurut Front Office Sports.
Sejak diluncurkan pada 2022, LIV telah menerima dukungan dana lebih dari 5 miliar dolar AS dari PIF Arab Saudi.
Namun, keputusan PIF untuk menghentikan dukungan finansial memaksa liga tersebut mencari sumber pendanaan alternatif guna mempertahankan operasionalnya.
LIV Golf berencana melanjutkan kompetisi melalui proyek yang disebut LIV 2.0 pada 2027.
Dokumen yang diungkap dalam proses kebangkrutan menyebutkan bahwa liga tersebut akan memperoleh investasi signifikan dari BC Partners Credit untuk mendukung kelanjutan operasionalnya.
Dokumen pengadilan yang sama juga mengungkap pembayaran kepada para pemain selama setahun terakhir.
Jon Rahm tercatat menerima 26,64 juta dolar AS, disusul Bryson DeChambeau dengan 13,86 juta dolar AS dan Dustin Johnson sebesar 10,73 juta dolar AS.
Pengungkapan tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya pembayaran kepada jajaran eksekutif dan pemain LIV Golf menjelang restrukturisasi keuangan liga, sementara kewajiban kepada sejumlah penyedia jasa masih menjadi persoalan.
Artikel Tag: Dustin Johnson, jon rahm, LIV Golf