Legenda Angkat Besi Olimpiade Ota Zaremba Wafat Pada Usia 68 Tahun
Ota Zaremba dikenang sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah angkat besi Cekoslowakia. (Foto: AP)
Ota Zaremba, peraih medali emas angkat besi Olimpiade Moskow 1980, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh Federasi Angkat Besi Ceko pada Jumat (23/1).
Hingga kini, penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi. Zaremba dikenang sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah angkat besi Cekoslowakia.
Federasi menyebut Ota Zaremba sebagai “salah satu legenda absolut” yang jasanya akan selalu tercatat dalam perjalanan olahraga angkat besi nasional.
Sepanjang kariernya, ia mencatatkan sejumlah rekor dunia dan tampil dominan di kelas 100 kilogram sebelum memutuskan pensiun lebih awal pada 1987.
Namun di balik prestasi gemilang tersebut, Zaremba harus menanggung konsekuensi kesehatan serius yang menghantuinya hingga akhir hayat.
Pada 2006, Zaremba secara terbuka mengakui bahwa kesehatannya “hancur” akibat penggunaan steroid yang menjadi bagian dari program doping rahasia di bawah rezim komunis Cekoslowakia pada 1970-an hingga 1980-an.
Ia mengungkapkan bahwa ratusan atlet elite dari berbagai cabang olahraga dipaksa mengikuti program tersebut.
Atlet yang menolak terancam dicoret dari tim nasional dan kehilangan kesempatan tampil di ajang internasional, termasuk Olimpiade.
Ota Zaremba mengaku mulai menggunakan zat peningkat performa sejak 1979 hingga 1984 atas instruksi pelatihnya.
Dampaknya sangat berat: nyeri kronis di lutut, tulang belakang, dan bagian tubuh lainnya membuatnya bergantung pada obat pereda nyeri kuat.
Ia bahkan mengatakan bahwa untuk bangun dari tempat tidur di pagi hari, ia membutuhkan waktu lebih lama dibanding ibunya yang berusia 81 tahun dan sedang dalam pemulihan stroke.
Kondisi kesehatannya juga berdampak pada kehidupan pribadi. Zaremba menyalahkan doping atas kemandulannya yang berujung pada perceraian.
Kesulitan ekonomi memaksanya menjual medali emas Olimpiade seharga sekitar 2.700 dolar AS demi bertahan hidup dengan tunjangan disabilitas yang sangat terbatas.
Meski demikian, Ota Zaremba tetap berpendapat bahwa doping memberinya kesempatan bersaing secara setara dengan atlet dari negara lain yang juga melakukan hal serupa.
“Saya menggunakan steroid seperti yang lain, dan saya mengalahkan mereka semua,” ujarnya kala itu. “Itu berarti saya yang terbaik.” Sebuah pengakuan pahit dari seorang juara yang hidupnya terbelah antara kejayaan dan penyesalan.