Lalui F1 2025 Tanda Podium, Lewis Hamilton Tetap Harmonis dengan Ferrari
Lewis Hamilton
Berita F1: Lewis Hamilton menepis anggapan bahwa performa buruk Ferrari pada musim 2025 memengaruhi suasana internal tim. Meski menjalani musim debut yang sulit bersama Scuderia, pebalap tujuh kali juara dunia itu menilai keharmonisan di Maranello tetap terjaga.
Kepindahan Hamilton dari Mercedes ke Ferrari sempat menjadi sorotan besar di Formula 1. Namun, hasil di lintasan belum sejalan dengan ekspektasi. Hamilton mengakhiri musim 2025 di posisi keenam klasemen pebalap dan untuk pertama kalinya dalam karier panjangnya gagal naik podium grand prix. Satu-satunya kemenangan yang ia raih datang lewat Sprint Race Grand Prix China.
Ferrari juga mengalami penurunan signifikan secara tim. Setelah hanya terpaut 14 poin dari McLaren pada musim 2024, jarak itu melebar drastis menjadi 435 poin pada 2025. Kondisi tersebut tidak lepas dari keputusan Ferrari menghentikan pengembangan mobil sejak April demi memusatkan perhatian pada regulasi besar yang mulai berlaku pada 2026.
Meski demikian, Hamilton menegaskan atmosfer di dalam tim tetap positif. “Saya tidak pernah membandingkan Ferrari dengan tim lain karena karakter dan budayanya sangat berbeda,” ujar Hamilton. Ia menambahkan bahwa setiap kunjungan ke pabrik selalu memberinya motivasi baru.
Menurut Hamilton, ada daya tarik emosional yang kuat saat berada di Ferrari. “Setiap kali kembali ke pabrik, perasaannya selalu luar biasa. Ada sisi romantis dari Ferrari, dari sejarah, merek, hingga orang-orangnya, dan itu terasa kuat,” katanya.
Lewis Hamilton juga menekankan bahwa fokus utama tim adalah belajar dari kegagalan musim lalu. “Terlepas dari naik turun yang kami alami, keharmonisan di tim tetap terjaga. Semua orang benar-benar fokus mengambil pelajaran dari 2025 untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pebalap berusia 40 tahun itu mengakui masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar Ferrari kembali bersaing di papan atas. Namun, ia menilai kesadaran akan kelemahan tersebut justru menjadi modal penting. “Kami tahu ada area yang harus ditingkatkan. Hal itu sudah dibicarakan secara terbuka dan saat ini sedang kami kerjakan bersama,” tutup Hamilton.
Dengan regulasi baru yang akan mengubah wajah Formula 1 mulai 2026, Hamilton tetap yakin Ferrari memiliki peluang untuk bangkit dan kembali ke jalur perebutan gelar juara.
Artikel Tag: Lewis Hamilton, Ferrari, F1 2026