Katie Taylor Pastikan Pertarungan Perpisahan di Stadion Croke Park, Dublin
Katie Taylor (kiri) akan menghadapi Flora Pili dalam laga yang diperkirakan berlangsung di hadapan sekitar 80.000 penonton. (Foto: AP)
Katie Taylor memastikan akan menjalani pertarungan terakhir dalam karier profesionalnya di Stadion Croke Park, Dublin, pada 5 September mendatang.
Petinju legendaris Irlandia itu akan menghadapi Flora Pili dalam laga yang diperkirakan berlangsung di hadapan sekitar 80.000 penonton.
Pertarungan tersebut sekaligus menjadi penutup karier gemilang Taylor yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah tinju putri.
Selain mempertahankan sabuk juara kelas welter ringan versi IBF, WBA, dan WBO, Taylor juga berpeluang merebut sabuk WBC yang saat ini berstatus lowong.
Kemenangan akan membuat Taylor menutup kariernya sebagai juara dunia tak terbantahkan untuk ketiga kalinya.
Sebelumnya, petinju berusia 39 tahun itu pernah menyatukan seluruh sabuk juara di kelas ringan dan kelas welter ringan.
Bagi Katie Taylor, kesempatan bertarung di Croke Park memiliki arti yang sangat spesial.
Selama bertahun-tahun, ia berusaha mewujudkan impian tampil di stadion ikonik tersebut. Namun berbagai kendala, termasuk tingginya biaya penyelenggaraan acara, membuat rencana itu berulang kali gagal terealisasi.
Promotor Eddie Hearn bahkan sempat mengungkapkan bahwa Taylor berpotensi mengakhiri karier tanpa bertarung lagi apabila kesepakatan penggunaan Croke Park tidak tercapai.
Kini, impian tersebut akhirnya menjadi kenyataan.
Pertarungan nanti akan digelar tidak jauh dari Bray, kota kelahiran Taylor yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Dublin.
Kondisi tersebut diperkirakan akan menghadirkan atmosfer emosional bagi sang juara yang selama ini menjadi ikon olahraga Irlandia.
Lawan yang akan dihadapi Katie Taylor adalah petinju Prancis, Flora Pili. Petinju dengan rekor tak terkalahkan 12 kemenangan tersebut saat ini menempati peringkat pertama versi WBC.
Sabuk WBC menjadi lowong setelah pemegang gelar sebelumnya, Sandy Ryan, mengambil cuti dari dunia tinju karena akan menjalani masa kehamilan.
Taylor menyebut laga di Croke Park sebagai cara sempurna untuk menutup perjalanan panjangnya di dunia tinju.
Ia mengaku sangat bersyukur dapat mengakhiri karier di stadion yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Irlandia.
Sepanjang kariernya, Taylor telah mengukir berbagai pencapaian bersejarah.
Sebelum menjadi bintang profesional, ia merupakan juara dunia amatir lima kali dan meraih medali emas Olimpiade London 2012. Saat itu, cabang tinju putri untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang Olimpiade.
Kesuksesan Taylor di atas ring juga dianggap berperan besar dalam meningkatkan popularitas tinju putri di Eropa dan dunia.
Rivalitasnya dengan Chantelle Cameron serta trilogi bersejarah melawan Amanda Serrano menjadi bagian penting dari perkembangan olahraga tersebut dalam satu dekade terakhir.
Kini, setelah lebih dari dua dekade mengabdikan diri pada dunia tinju, Katie Taylor bersiap menjalani satu pertarungan terakhir yang berpotensi menjadi momen paling berkesan dalam seluruh kariernya.
Di hadapan puluhan ribu pendukung di Dublin, ia akan berusaha menutup perjalanan sebagai juara tak terbantahkan dan salah satu petinju putri terbaik sepanjang masa.
Artikel Tag: Amanda Serrano, Katie Taylor