Lauren Price Ingin Hadapi Katie Taylor dalam Laga Perpisahan di Croke Park
Lauren Price (kiri) dan Katie Taylor. (Foto: Fight TV)
Juara dunia kelas welter Lauren Price menyatakan kesiapannya menghadapi Katie Taylor dalam sebuah pertarungan besar yang diharapkan dapat menjadi laga perpisahan sang legenda tinju Irlandia.
Price membuka peluang mempertaruhkan gelar juara dunia miliknya demi menghadapi Taylor di Dublin pada tahun ini. Pertarungan tersebut berpotensi menjadi salah satu duel terbesar dalam sejarah tinju wanita.
Katie Taylor saat ini dianggap sebagai salah satu petinju wanita terhebat sepanjang masa.
Petinju berusia 39 tahun itu memiliki rekor profesional 25 kemenangan dan satu kekalahan, dengan enam kemenangan diraih melalui knockout.
Ia juga pernah menjadi juara dunia sejati di kelas ringan serta kini memegang gelar juara di kelas junior welterweight.
Namun Taylor baru-baru ini mengungkapkan rencananya untuk menjalani satu pertarungan terakhir sebelum pensiun dari dunia tinju.
Katie Taylor berharap laga perpisahan tersebut dapat digelar di Croke Park, Dublin.
Stadion ikonik yang biasa digunakan untuk pertandingan Gaelic games itu memiliki kapasitas sekitar 82.000 penonton.
Namun untuk menggelar pertarungan di venue sebesar itu, dibutuhkan lawan yang memiliki daya tarik besar bagi publik.
Lauren Price menilai dirinya dapat menjadi kandidat yang tepat untuk menghadapi Taylor dalam pertarungan tersebut.
Petinju asal Wales itu saat ini memegang sabuk juara dunia kelas welter versi The Ring, WBC, IBF, dan WBA.
Ia berharap kesempatan untuk merebut gelar di kelas berbeda dapat menarik minat Taylor menerima tantangan tersebut.
Menurut Lauren Price, pertarungan antara dirinya dan Taylor juga memiliki daya tarik besar dari sisi rivalitas regional antara Wales dan Irlandia.
“Mereka membutuhkan nama besar dalam olahraga ini. Saya juara Olimpiade dan dia juga juara Olimpiade,” kata Price.
Ia menambahkan bahwa duel tersebut akan memiliki atmosfer yang luar biasa karena melibatkan dua negara yang memiliki rivalitas olahraga kuat.
“Dari sudut pandang penggemar, ini seperti Wales melawan Irlandia. Kami sama-sama bangsa Celtic. Saya ingin datang ke Irlandia dan membawa banyak penggemar dari Wales. Saya melihat bagaimana suasana saat pertandingan rugby antara Wales dan Irlandia, itu luar biasa. Saya yakin pertarungan ini bisa terjadi musim panas nanti,” ujarnya.
Pertarungan terakhir Katie Taylor terjadi pada Juli tahun lalu ketika ia mengalahkan Amanda Serrano melalui keputusan mayoritas di Madison Square Garden, New York.
Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan ketiganya atas petinju Puerto Rico tersebut.
Katie Taylor saat ini juga masih memiliki potensi menjalani trilogi pertarungan melawan Chantelle Cameron.
Kedua petinju tersebut sebelumnya saling mengalahkan dalam dua pertemuan sehingga skor pertemuan mereka saat ini imbang 1-1.
Di sisi lain, Lauren Price masih memiliki jadwal pertarungan penting dalam waktu dekat.
Petinju berusia 31 tahun dengan rekor 9 kemenangan tanpa kekalahan itu akan mempertahankan gelarnya melawan penantang wajib Stephanie Pineiro Aquino pada awal April di Cardiff International Arena.
Setelah pertarungan tersebut, Price dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada Mei mendatang.
Ia berharap musim panas tahun ini dapat menjadi momen yang sempurna jika berhasil menutup rangkaian kegiatannya dengan menghadapi Taylor dalam salah satu pertarungan terbesar di dunia tinju wanita.
Lauren Price juga menegaskan rasa hormatnya kepada Katie Taylor, yang selama ini ia anggap sebagai salah satu inspirasi dalam kariernya.
“Bagi saya, berbagi ring dengan Katie Taylor akan menjadi sebuah kehormatan. Dia adalah petinju yang saya kagumi sepanjang karier saya dan telah melakukan hal luar biasa bagi tinju wanita,” kata Price.
Artikel Tag: Amanda Serrano, Lauren Price, Katie Taylor