Karim Adeyemi Alami Perkembangan Lebih Lambat Ketimbang Gordon
Karim Adeyemi Alami Perkembangan Lebih Lambat Ketimbang Gordon
Berita Liga Spanyol: Anthony Gordon, pemain yang didatangkan FC Barcelona pada musim panas, telah mengawali kiprahnya di klub ini dengan sangat baik. Namun, nasib berbeda dialami Karim Adeyemi.
Didatangkan dari Newcastle United dengan nilai transfer €70 juta ditambah bonus, penyerang asal Inggris ini langsung tampil gemilang dalam balutan seragam Blaugrana, dengan mencatatkan empat *assist* dalam empat pertandingan La Liga pertamanya.
Meski proses adaptasi Gordon di Barcelona berjalan sangat cepat, hal serupa tidak terjadi pada rekan sesama rekrutan musim panasnya, Karim Adeyemi, demikian dilaporkan oleh SPORT.
Menurut laporan tersebut, kepribadian Gordon yang terbuka serta kemampuannya berbahasa Spanyol dengan baik telah membantunya beradaptasi di ruang ganti dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu satu setengah bulan, ia telah memikat hati rekan-rekan setimnya, staf pelatih, maupun para pendukung.
Gordon kerap terlihat berbincang dengan Eric Garcia dan Dani Olmo saat sesi latihan maupun sebelum pertandingan. Ia juga telah menjalin hubungan baik dengan rekan setim lainnya, seperti Rodri dan Pedri.
Adaptasi Gordon di atas lapangan pun tak kalah mengesankan. Ia bahkan bisa dibilang telah melampaui ekspektasi yang ditetapkan Barcelona terhadap dirinya.
Gayanya yang dinamis dan penuh energi, dipadukan dengan kesediaannya untuk melakukan tekanan (*pressing*) dan bekerja tanpa kenal lelah demi tim, telah menjadikannya pilihan utama bagi Hansi Flick pada laga-laga awal musim ini.
Sebaliknya, Adeyemi membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menemukan ritme permainannya. Pemain asal Jerman ini memiliki karakter yang lebih pendiam, dan kendala bahasa juga terasa dalam interaksi sehari-harinya. Akibatnya, staf pelatih menerapkan pendekatan yang lebih bertahap terhadapnya.
Kesamaan bahasa dan latar belakang budaya dengan Flick serta beberapa anggota staf pelatih tentu saja sangat membantu. Hal ini mempermudah penyampaian gagasan Flick dan memungkinkan Adeyemi untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Situasi teknis di lapangan juga turut berpengaruh. Adeyemi paling nyaman bermain di sayap kanan, namun ia harus bersaing ketat dengan Lamine Yamal untuk posisi tersebut. Kondisi ini bisa menyulitkannya untuk mendapatkan waktu bermain secara reguler, seperti yang dialami Roony Bardghji pada musim lalu.
Akan tetapi, Adeyemi—yang mencetak gol pada laga pembuka melawan Elche—telah membuktikan bahwa ia mampu berkontribusi saat bermain di sisi sayap yang berlawanan. Ia sempat diberi peran penting di sisi kiri saat menghadapi Rayo Vallecano dan tampil dengan baik.