Juara Kelas Menengah Inggris Jimmy Sains Incar Lebih Banyak Sabuk di 2026
Fokus Jimmy Sains saat ini adalah membangun jalurnya sendiri, setahap demi setahap. (Foto: Fight TV)
Jimmy Sains menutup satu tahun perkembangan penting dalam kariernya dengan cara meyakinkan.
Petinju asal Romford itu menghentikan Troy Coleman dalam empat ronde pada Oktober lalu untuk merebut gelar kelas menengah Inggris yang lowong, sekaligus menegaskan reputasinya sebagai salah satu rising star paling berbahaya di divisi tersebut.
Dengan rekor sempurna 11 kemenangan tanpa kekalahan, 10 di antaranya lewat KO, Jimmy Sains merasa puas bisa kembali menang cepat. Namun, ia sama sekali belum merasa cukup.
Setelah pertarungan itu, petinju kidal berusia 25 tahun tersebut tetap aktif di sasana sambil menunggu kepastian jadwal tanding berikutnya, bahkan sempat menjajal peran baru sebagai komentator tinju.
Sains dan rekan satu sasana sekaligus juara British dan Commonwealth, George Liddard, tampil bersama dalam siaran Matchroom pada 17 Desember lalu di London.
Bagi Jimmy Sains, pengalaman memberikan komentar langsung di siaran pertandingan menjadi hal baru yang justru memperkaya wawasannya sebagai petinju.
Menurutnya, menganalisis pertarungan orang lain membantunya memahami detail-detail kecil di atas ring.
Ia mencontohkan duel Giorgio Visioli melawan Joe Howarth yang dinilainya sarat pelajaran, terutama soal ritme dan konsistensi dalam laga 10 ronde pertama seorang petinju.
Di bawah arahan pelatih Tony Sims, perkembangan Sains terus dipantau dengan cermat.
Sims kerap menyebut bahwa Sains masih dua hingga tiga pertarungan di belakang Liddard dari sisi kematangan, sehingga potensi duel internal belum menjadi perhatian utama.
Fokus Sains saat ini adalah membangun jalurnya sendiri, setahap demi setahap.
Awal tahun lalu, Jimmy Sains mencatat tonggak penting dengan menjadi petinju pertama yang menghentikan Pierre Rosadini.
Ia juga mendapatkan pengalaman berharga saat harus menuntaskan 10 ronde penuh melawan Gideon Onyenani, sebuah laga yang menurutnya sangat membantunya secara mental meski tidak berjalan ideal karena gangguan cedera saat persiapan.
Kini, arah pandang Sains sudah jelas. Ia menargetkan kembali naik ring sekitar Maret untuk mempertahankan gelar Inggrisnya. Setelah itu, ia berharap 2026 menjadi tahun berburu gelar-gelar lain.
“Saya sudah melakukan apa yang perlu saya lakukan, tapi sekarang saya ingin lebih,” tegasnya. Dengan usia yang masih muda dan daya hancur yang konsisten, Jimmy Sains tampak siap melangkah lebih jauh di peta tinju Inggris.