Kanal

Jordan Stolz Gagal Gaet Medali Keempat di Olimpiade Milan-Cortina 2026

Penulis: Hanif Rusli
22 Feb 2026, 23:12 WIB

Jordan Stolz harus mengakui keunggulan veteran Belanda, Jorrit Bergsma, yang tampil dominan. (Foto: AP)

Pembalap muda Amerika Serikat Jordan Stolz gagal menambah koleksi medalinya pada Olimpiade Musim Dingin 2026 setelah finis keempat di nomor mass start putra, Sabtu (21/2).

Hasil itu membuat Stolz batal mencetak sejarah sebagai pria pertama sejak 1994 yang meraih tiga emas speed skating lintasan panjang dalam satu edisi Olimpiade.

Dalam lomba 16 lap yang berlangsung di Milano Speed Skating Stadium, Stolz harus mengakui keunggulan veteran Belanda, Jorrit Bergsma, yang tampil dominan dan merebut medali emas.

Bergsma, 40 tahun, memimpin jauh di depan rombongan utama dan bahkan sempat merayakan kemenangannya sebelum menyentuh garis finis.

Medali perak diraih wakil Denmark Viktor Hald Thorup, sementara perunggu menjadi milik tuan rumah Italia melalui Andrea Giovannini yang unggul tipis atas Stolz dalam sprint penentuan.

Jordan Stolz sebenarnya datang ke nomor mass start dengan peluang besar menorehkan tinta emas.

Atlet 21 tahun asal Wisconsin itu sebelumnya sudah meraih dua emas di nomor 500 meter dan 1.000 meter, serta perak di 1.500 meter.

Sejak awal, ia disebut-sebut berpeluang menyamai pencapaian legenda Norwegia Johann Olav Koss yang meraih tiga emas dalam satu Olimpiade pada Lillehammer 1994.

Namun, strategi lomba mass start yang cenderung tak terduga membuat Stolz kesulitan.

Ia memilih tidak mengejar ketika Bergsma dan Thorup memisahkan diri dari peloton di pertengahan lomba.

Jordan Stolz berharap pembalap lain mengambil inisiatif untuk menutup jarak, tetapi hal itu tidak terjadi.

“Mereka semua berharap saya yang mengejar, tetapi saya tidak akan melakukan itu. Kalau saya memaksa lima lap sebelum finis, saya bisa kehabisan tenaga,” ujar Stolz.

Nomor mass start memang berbeda dari nomor lintasan panjang lainnya.

Seluruh pembalap turun bersamaan dan saling berebut posisi, sehingga taktik dan momentum sangat menentukan.

Bergsma memanfaatkan situasi ketika tak ada pembalap lain yang berani melakukan serangan awal. Ia melesat bersama Thorup, lalu menjauh sendirian hingga finis.

Bagi Stolz, kegagalan di mass start tetap tak menghapus capaian impresifnya di Milan-Cortina.

Ia meninggalkan Italia dengan dua emas dan satu perak—lonjakan signifikan dibanding debutnya di Olimpiade Beijing 2022 saat masih berusia 17 tahun.

Di nomor mass start putri, emas juga menjadi milik Belanda lewat Marijke Groenewoud.

Perak diraih wakil Kanada Ivanie Blondin dan perunggu menjadi milik atlet Amerika Serikat Mia Manganello.

Meski gagal menambah medali, Jordan Stolz menilai partisipasinya kali ini tetap sukses.

“Dua emas dan satu perak, itu sudah sangat bagus,” katanya. “Tentu ada hal yang bisa lebih baik, tetapi secara keseluruhan saya puas.”

Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru