Kanal

Jon Rahm Desak Aturan Slow Play di Golf Profesional Diperketat

Penulis: Abdi Ardiansyah
22 Jul 2026, 15:52 WIB

Jon Rahm

Berita Golf - Jon Rahm kembali mengangkat persoalan slow play yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perdebatan di dunia golf profesional. Menjelang LIV Golf UK 2026, pegolf asal Spanyol itu menilai aturan mengenai lambatnya tempo permainan masih belum cukup tegas sehingga perlu segera diperbaiki.

Perdebatan mengenai pace of play mencuat usai The Open Championship 2026 di Royal Birkdale. Di satu sisi, juara turnamen Ryan Fox mendapat pujian karena bermain dengan tempo sangat cepat sepanjang putaran final. Namun di sisi lain, sejumlah pegolf harus menjalani ronde yang berlangsung hampir enam jam pada dua hari pertama kompetisi.

Rahm menilai sistem peringatan yang diterapkan saat ini terlalu lunak. Menurutnya, pemain yang mendapat peringatan karena bermain lambat pada satu ronde akan memulai kembali dengan catatan bersih pada ronde berikutnya.

"Saya rasa itu tidak adil. Pemain bisa mendapat peringatan pada Kamis, lalu semuanya kembali nol ketika bermain Jumat. Jika ingin benar benar mengatasi slow play, aturan seperti ini harus diubah," ujar Rahm.

Ia mengusulkan agar setiap peringatan tetap berlaku selama satu turnamen penuh, sama seperti kebijakan kode etik yang diterapkan penyelenggara major. Dengan demikian, pemain yang berulang kali memperlambat permainan akan lebih cepat menerima hukuman.

Jon Rahm juga membandingkan kebijakan slow play dengan aturan perilaku pemain di lapangan. Menurutnya, pelanggaran kode etik langsung tercatat sepanjang turnamen, sementara pelanggaran tempo permainan justru diberi banyak toleransi.

"Kalau memang ingin konsisten, buat saja salah satunya lebih tegas. Menurut saya, aturan slow play yang harus diperketat," katanya.

Meski demikian, Rahm menilai persoalan lambatnya permainan terkadang dibesar besarkan. Ia menjelaskan bahwa ronde panjang sering kali terjadi karena kondisi lapangan yang sulit dan jumlah peserta yang sangat banyak, terutama pada dua putaran awal turnamen major.

Sebagai contoh, Rahm menyinggung kondisi hole ke 14 di Royal Birkdale yang membuat banyak pemain harus menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan permainan. Situasi tersebut akhirnya memicu antrean di hampir setiap grup.

Ia juga menilai turnamen dengan jumlah peserta lebih sedikit, seperti Masters Tournament, jarang mengalami persoalan serupa karena alur permainan lebih mudah dikendalikan.

Di sisi lain, Rahm memberikan apresiasi kepada Ryan Fox yang tampil sangat cepat saat menjuarai The Open. Bahkan, Fox hanya membutuhkan sekitar 22 detik untuk mengeksekusi putt kemenangan di hole ke 18 setelah lawannya menyelesaikan permainan.

Menurut Jon Rahm, kecepatan bermain Fox menjadi contoh bahwa tempo cepat tidak mengurangi kualitas permainan. Ia juga menyebut Rory McIlroy dan Brooks Koepka sebagai contoh pegolf elite yang selama ini dikenal memiliki rutinitas bermain cepat.

"Banyak pemain hebat bermain dengan tempo yang cepat. Hanya saja perhatian publik lebih sering tertuju kepada mereka yang bermain lambat," ujar Rahm.

Artikel Tag: Rory McIlroy, PGA tour, brooks koepka, jon rahm, the open championship, Royal Birkdale, The Open, ryan fox, LIV Golf

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru