Kanal

John Herdman Beberkan Penyebab Timnas Indonesia Dibantai Vietnam

Penulis: Abdi Ardiansyah
04 Agu 2026, 21:07 WIB

John Herdman

Berita Timnas - John Herdman enggan mencari kambing hitam setelah Timnas Indonesia dihajar Vietnam 0-3. Pelatih asal Inggris itu justru pasang badan, mengakui timnya gagal mengantisipasi 15 menit awal dan terlalu mudah memberikan ruang kepada lawan.

John Herdman mengakui dirinya ikut bertanggung jawab atas kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam pada laga ketiga Grup A ASEAN Championship 2026.

Skuad Garuda takluk 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Nguyen Van Vi, Nguyen Hai Long, dan Nguyen Xuan Son menjadi pencetak gol kemenangan Timnas Vietnam.

Hasil tersebut terasa semakin mengecewakan karena Indonesia sudah tertinggal dua gol hanya dalam 15 menit pertama. Sepanjang pertandingan, Rizky Ridho dan kawan-kawan juga hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran.

Herdman tidak berusaha mencari pemain untuk disalahkan. Menurutnya, persoalan utama justru bermula dari persiapan dan manajemen pertandingan yang menjadi tanggung jawab pelatih.

"Saya pikir secara umum, kami seharusnya bisa lebih siap untuk bermain lebih lugas dalam pertarungan fisik dengan Vietnam pada 10-15 menit pertama," ujar John Herdman.

Pelatih asal Inggris itu menilai Indonesia terlalu mudah memberikan gol kepada Vietnam. Setelah unggul, lawan bisa bermain lebih nyaman dan memanfaatkan ruang melalui serangan balik.

"Saya rasa kami memberi mereka gol yang cukup mudah. Sekali Anda melakukan hal itu melawan tim seperti Vietnam, ini akan menjadi malam yang sulit karena sekarang mereka bisa memukul Anda melalui serangan balik dan mereka melakukannya," kata Herdman.

Herdman menjelaskan bahwa rapuhnya pertahanan Indonesia bukan berarti tim bermain tanpa rencana. Ia memang meminta para pemain tampil agresif dan tidak hanya menunggu di area sendiri.

"Andai Anda melihat tim ini ingin menyerang. Kami ingin mengirim banyak pemain ke depan. Kami tidak ingin menjadi tim yang hanya duduk di area sendiri, bertahan untuk serangan balik, dan hal itu membutuhkan keberanian serta memiliki risiko," jelasnya.

Masalahnya, keberanian tersebut belum diimbangi transisi bertahan yang baik. Indonesia kesulitan kembali ke bentuk pertahanan ketika Vietnam melancarkan serangan cepat.

"Kami hanya harus mempelajari momen-momen kapan harus melakukan transisi pertahanan yang lebih tertata," ungkap Herdman.

"Itu kuncinya, manajemen permainan dan transisi pertahanan yang lebih baik."

Meski demikian, Herdman tidak berniat mengubah identitas permainan Timnas Indonesia. Ia tetap ingin skuad Garuda bermain agresif saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A, Jumat (7/8/2026).

Herdman menyadari timnya masih dalam proses membangun chemistry. Karena itu, kekalahan dari Vietnam akan dijadikan bahan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan penentu di Singapura.

"Kami tidak boleh membuang muka, kami harus mengakui kesalahan, belajar, dan seperti yang Ridho katakan, kami tetap bersatu karena punya pertandingan besar lainnya," tutur Herdman.

Artikel Tag: Vietnam, Timnas Indonesia, rizky ridho, John Herdman

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru