Joe Joyce Ceritakan Dampak Diagnosis ADHD dan Autisme pada Kariernya
Joe Joyce berharap pengalamannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ADHD, autisme, dan kondisi neurodivergen lainnya. (Foto: Fight TV)
Petinju kelas berat Inggris Joe Joyce mengungkapkan diagnosis ADHD dan autisme yang diterimanya pada usia 40 tahun.
Diagnosis tersebut membantunya memahami berbagai kesulitan yang selama ini dialami sekaligus menemukan cara untuk menjalani kehidupan dan karier tinju secara lebih efektif.
Joyce, yang kini berusia 41 tahun, berharap pengalamannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ADHD, autisme, dan kondisi neurodivergen lainnya.
Dia juga ingin mendorong orang-orang yang mengalami kesulitan serupa agar tidak ragu mencari bantuan profesional.
"Saya ingin membantu orang lain yang berada dalam situasi seperti saya," kata Joyce kepada The Ring.
Peraih medali perak Olimpiade 2016 itu mengaku sudah mengalami kesulitan sejak masih bersekolah.
Dia kerap kesulitan menyelesaikan tugas menulis, memahami instruksi sederhana, hingga melakukan pekerjaan sehari-hari ketika masih kecil.
Ibunya pernah menduga Joyce mengalami disleksia, tetapi dia tidak pernah menjalani pemeriksaan. Pada masa itu, orang-orang di sekitarnya lebih sering menganggapnya lambat, berbeda, atau terlalu aktif.
Joe Joyce mengatakan, ketika mengerjakan tugas menulis, dia sering kehilangan gagasan yang sebelumnya sudah tersusun di pikirannya.
Kondisi tersebut membuatnya merasa seolah-olah selalu kehilangan bagian terakhir dari sebuah teka-teki.
Terobosan datang tahun lalu setelah seseorang dalam timnya menyarankan agar dia menjalani pemeriksaan neurodivergen.
Joyce kemudian bertemu psikolog Jenna dan Jordan Vyas-Lee di Kove Minds, London, yang telah mendampinginya selama hampir satu tahun.
Dia menjalani serangkaian tes menggunakan komputer untuk mengetahui kondisi ADHD dan autisme.
Hasil pemeriksaan tersebut membantu Joyce memahami cara kerja otaknya, termasuk hal-hal yang menjadi kesulitan serta pendekatan yang paling efektif baginya.
Setelah mengetahui kondisinya, Joe Joyce memutuskan mengonsumsi obat yang direkomendasikan untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Dia juga melakukan sejumlah latihan serta persiapan tambahan.
"Obat membantu saya lebih berkonsentrasi dan mengingat lebih banyak hal. Saya dahulu mencoba melakukan terlalu banyak pekerjaan sekaligus, tetapi sekarang obat membantu saya membagi tugas dan menyelesaikannya satu per satu," ujarnya.
Dalam karier tinju, Joyce memiliki rekor 16 kemenangan dan lima kekalahan, dengan 15 kemenangan melalui KO.
Dia sedang kembali menjalani latihan setelah kalah TKO pada ronde ke-11 dari Artem Suslenkov di Moskow pada 11 Juli.
Joyce mengaku terkejut ketika menyaksikan kembali rekaman pertarungan tersebut karena tidak menyangka duel berakhir dengan dirinya memberi isyarat kepada wasit untuk menghentikan pertandingan.
Meski kekalahan itu sempat memunculkan anggapan bahwa kariernya telah berakhir, Joyce kini kembali berlatih di bawah arahan Sugar Hill Steward.
Dia juga berlatih bersama Tyson Fury yang sedang mempersiapkan pertarungan melawan Anthony Joshua pada 11 Desember di Cardiff.
Joe Joyce berharap dapat kembali bertanding sebelum akhir tahun. Sebagai petinju berstatus bebas agen, dia terbuka terhadap berbagai tawaran pertarungan.
Dia mengatakan pengobatan yang dijalaninya membuatnya lebih fokus selama latihan dan membantunya memahami bagaimana memaksimalkan kemampuan dirinya.