Jessica Pegula Ungkap Satu Aspek Permainan Yang Buat Dirinya Merasa Gembira
Jessica Pegula [image: jimmie48|WTA]
Berita Tenis: Upaya Jessica Pegula untuk meraih gelar Grand Slam akan berlanjut setelah musim 2026, tetapi ia tetap menjalani musim yang sangat sukses musim ini.
Petenis AS menambah satu lagi gelar turnamen WTA level 1000 ke dalam koleksinya di Dubai Tennis Championships awal musim ini, yang kemudian dilanjutkan dengan kemenangan di Charleston Open untuk musim kedua secara berturut-turut.
Petenis peringkat 4 dunia juga berhasil melaju ke tiga final lainnya, yakni di Berlin, Washington, dan Cincinnati, meskipun ia belum berhasil meraih kemenangan dalam kesempatan-kesempatan tersebut.
Namun secara keseluruhan, petenis berusia 32 tahun sangat puas dengan jalannya musim ini dan ia telah mengungkapkan aspek yang paling ia banggakan di sepanjang musim 2026.
Dalam perbincangan dengan pihak WTA, Pegula mengatakan, “Saya sangat puas dengan performa saya secara keseluruhan di sepanjang musim ini dan saat mengalami penurunan, saya mampu bangkit dengan jauh lebih kuat.”
“Terkadang anda pasti akan mengalami kekalahan yang mengecewakan atau periode performa yang buruk, tetapi yang terpenting adalah bagaimana anda bisa bangkit kembali dan tidak membiarkan hal tersebut memengaruhi anda.”
“Saya berhasil melakukan hal itu dengan sangat baik pada momen-momen tertentu di sepanjang musim, saat merasa performa saya kurang maksimal atau setelah kalah dalam pertandingan yang berat, saya mampu bangkit dan meraih hasil yang cukup baik tidak lama kemudiandan menurut saya, itulah salah satu kekuatan saya.”
Meskipun mungkin belum berhasil meraih gelar Grand Slam pada musim 2026, petenis AS tetap menunjukkan konsistensi yang luar biasa di empat Grand Slam musim ini. Ia berhasil mencapai semifinal di dua Grand Slam musim ini, yakni Australian Open dan US Open. Di Melbourne, ia kalah dari Elena Rybakina yang pada akhirnya keluar sebagai juara, sementara langkahnya di New York dihentikan oleh Aryna Sabalenka.
Ia juga berhasil menembus perempatfinal Wimbledon untuk kali kedua di sepanjang kariernya, namun ia harus mengakui keunggulan rekan senegaranya, Cori Gauff dalam pertandingan tiga set.
Hanya di French Open ia mengalami kegagalan, yakni saat dikalahkan oleh Kimberly Birrell di babak pertama Grand Slam tersebut, meskipun saat itu ia memang datang dengan kondisi cedera.
Petenis AS semakin dekat untuk meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya, namun ia perlu meningkatkan performanya di musim mendatang. Di usia 32 tahun, belum dapat dipastikan sampai kapan ia mampu terus bersaing di level tertinggi turnamen WTA.
Pencapaian terbaik Pegula di Grand Slam terjadi di US Open musim 2024, di mana ia berhasil melaju hingga ke final sebelum kalah dari Sabalenka.
Artikel Tag: australian open, US Open, Jessica Pegula