Jessica Pegula Nikmati Rivalitas Kontra Aryna Sabalenka Jelang Duel
Jessica Pegula [image: USTA]
Berita Tenis: Jessica Pegula mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Aryna Sabalenka memacu motivasinya menjelang duel semifinal US Open mereka pada musim 2026.
Petenis tuan rumah memastikan diri menghadapi petenis peringkat 1 dunia, Sabalenka setelah bangkit dari ketertinggalan satu set demi mengalahkan rekan senegaranya, Emma Navarro dengan 3-6, 6-4, 6-3 di perempatfinal US Open yang penuh pasang surut.
Petenis peringkat 3 dunia sempat kesulitan dengan servis keduanya — setelah ia hanya memenangkan 16 dari 39 poin yang dimainkan — serta melakukan delapan pelanggaran ganda. Di set penentu, ia sempat tertinggal dengan satu peluang break sebelum akhirnya memenangkan lima dari enam game berikutnya.
Selanjutnya, petenis berusia 32 tahun akan menghadapi juara bertahan dua kali, Sabalenka dalam pertemuan ke-14 mereka di turnamen WTA. Petenis unggulan pertama unggul dalam head to head mereka dengan 9-4. Tetapi, petenis unggulan ketiga berhasil memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir mereka.
“Menyenangkan melihatnya sebagai persaingan. Saya rasa itulah yang memotivasi saya,” ungkap Pegula. “Saya rasa itulah yang akan memotivasinya, mungkin karena saya mengalahkannya beberapa kali terakhir” (Catatan: Dua kemenangan terakhir petenis AS terjadi sebelum dan setelah Sabalenka memenangkan pertandingan mereka di WTA Finals).
“Saya yakin ia akan melihat beberapa pertandingan itu dan apa yang perlu ia lakukan dengan berbeda.”
Petenis unggulan ketiga telah mencatatkan 50 kemenangan pada musim ini, jumlah terbanyak dibandingkan petenis lain yang masih bertahan di US Open nomor tunggal putri musim ini. Selain itu, ia telah mencapai setidaknya perempatfinal di lebih banyak turnamen dibandingkan petenis putri lain di sepanjang musim ini.
"Saya akan mencoba menerapkan hal-hal yang saya lakukan dengan baik dalam beberapa pertandingan sebelumnya, tetapi tetap menyadari bahwa ia adalah petenis peringkat 1 dunia," tutur Pegula mengenai strategi permainannya untuk laga semifinal.
"Ia (Sabalenka) dan timnya sangat hebat dalam menganalisis aspek yang perlu diperbaiki serta mencermati strategi lawan saat menghadapi dirinya, menurut saya, itulah alasan ia menjadi petenis peringkat 1 dunia, karena mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam hal tersebut."
Sabalenka tengah bangkit kembali di US Open setelah menjalani beberapa bulan dengan performa yang naik-turun di turnamen WTA. Sempat ada masa di mana ia gagal menembus perempatfinal dalam tiga turnamen berturut-turut.
Petenis unggulan pertama sejauh ini baru kehilangan satu set dari lima pertandingan yang dilakoninya di New York, yakni saat meraih kemenangan dramatis di perempatfinal melawan juara Wimbledon musim 2026, Linda Noskova.
"Pertandingan itu mungkin memberinya banyak kepercayaan diri karena berhasil mengalahkan petenis papan atas dengan cara seperti itu, bangkit dan menang di babak tiebreak sepuluh poin menunjukkan mental yang tangguh," komentar Pegula.
"Mungkin hasil yang ia raih musim panas ini tidak terlalu memuaskan, tetapi saya tahu ia sangat percaya diri saat bermain di turnamen ini dan ia sedang mengincar gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun."
“Musim panas tahun lalu bagi saya cukup buruk, namun kemudian saya bisa bermain tenis dengan sangat baik di sini dan bahkan merebut satu set darinya di semifinal pada pertemuan terakhir kami. Jadi, terkadang hasil pertandingan tidak terlalu menjadi penentu segalanya,” tukas Pegula.
Pegula adalah petenis putra pertama di Open Era yang berhasil mencapai semifinal pertamanya di keempat Grand Slam setelah menginjak usia 30 tahun.
Artikel Tag: US Open, Jessica Pegula, Aryna Sabalenka