Frances Tiafoe Miliki Harapan Lebih Tinggi Jelang Semifinal US Open Ketiga
Frances Tiafoe [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis tuan rumah, Frances Tiafoe sudah familiar dengan situasi di tahap US Open ini, saat ia bersiap menghadapi pertandingan semifinal yang sangat dinantikan.
Petenis berusia 28 tahun pernah berada di posisi tersebut sebanyak dua kali sebelumnya, di tengah sorotan lampu yang terang dan peluang untuk menembus final Grand Slam pertama dalam kariernya. Tetapi, saat ia bersiap untuk penampilan semifinal ketiganya di New York, kali ini terasa berbeda, klaim sang petenis.
"Secara umum, saya adalah orang yang berbeda. Dua kiprah sebelumnya itu luar biasa — sesuatu yang akan selalu saya kenang — tetapi saya bukan lagi sosok yang sama seperti saat saya mencapainya pada musim 2022 dan 2024," ungkap Tiafoe.
"Saya bukan orang yang sama. Saya antusias melihat apa yang bisa dilakukan oleh diri saya yang sekarang pada hari Jumat nanti."
Untuk memastikan satu tempat di semifinal US Open musim ini, petenis unggulan ke-11 harus melalui kemenangan dramatis di perempatfinal dengan lima set melawan rekan senegaranya, Alex Michelsen.
Dengan keberhasilannya menembus semifinal US Open untuk kali ketiga, mantan petenis peringkat 10 dunia menjadi petenis putra AS pertama sejak Andre Agassi (2002 – 2003, 2005) yang mencatatkan prestasi tersebut di abad ini. Bagaimana perasaan sang petenis dibandingkan dengan kiprahnya pada musim 2022 dan 2024?
"Saya hanya fokus pada posisi saya saat ini. Saya sangat bersemangat karenanya. Saya sangat antusias, tetapi saya tidak merasa ini adalah sesuatu yang... tentu saja, ini pertandingan yang luar biasa, jadi wajar jika saya sangat bersemangat, namun saya tidak merasa ini adalah momen 'Ya Tuhan!' yang luar biasa heboh. Saya hanya ingin terus melangkah. Saya memiliki harapan yang lebih tinggi bagi diri saya sendiri," jelas Tiafoe.
Petenis unggulan ke-11 nyaris kalah saat menghadapi petenis berusia 22 tahun, Michelsen yang sempat unggul dua set tanpa balas dan memegang servis untuk memenangkan pertandingan pada kedudukan 5-4 di set ketiga. Petenis unggulan ke-11 bangkit dan memastikan kemenangan epik setelah bertanding selama 4 jam 38 menit. Keduanya berpelukan hangat di dekat net, di mana Michelsen menangis di bahu petenis unggulan ke-11 dalam momen yang sarat emosi mendalam.
Kemenangan petenis unggulan ke-11 menjadi bukti ketangguhannya sekaligus mencerminkan salah satu keunikan terbesar dalam tenis, tidak adanya batasan waktu.
"Format tiga dari lima set itu sebuah keuntungan, karena anda memiliki waktu untuk bangkit dan menata kembali permainan. Saya benar-benar baru menemukannya di saat-saat terakhir," tutur Tiafoe sambil tersenyum.
"Anda melihat celah kecil, anda melihat titik balik. Hanya karena satu poin dan tiba-tiba, 4 jam kemudian, anda mendapati diri sedang terlibat pertarungan sengit. Begitulah uniknya olahraga tenis."
Dengan mencatatkan 42-16 sampai sejauh ini pada musim 2026, Tiafoe selanjutnya akan menghadapi rekan senegaranya, Ben Shelton yang secara mengejutkan mampu menundukkan juara bertahan, Carlos Alcaraz di perempatfinal.
Artikel Tag: US Open, Frances Tiafoe, Carlos Alcaraz, Ben Shelton, Alex Michelsen