Kanal

Hong Myung-bo Diselidiki, Kantor Federasi Korea Selatan Digeledah

Penulis: Fery Andriyansyah
06 Agu 2026, 16:15 WIB

Hong Myung-bo jadi sorotan setelah polisi mengusut proses penunjukannya sebagai pelatih Korea Selatan. (Foto: Chung Sung-Jun/Getty Images)

Berita Sepak Bola: Hong Myung-bo menjadi pusat perhatian setelah polisi menggeledah kantor Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) pada Kamis (6/8/2026). Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyelidikan dugaan pelanggaran dalam proses penunjukan Hong sebagai pelatih tim nasional pada 2024.

Menurut laporan AFP, kepolisian melakukan operasi penggeledahan dan penyitaan dokumen untuk menyelidiki dugaan tindak pidana berupa menghalangi jalannya proses administrasi dalam perekrutan Hong. Penyidik kejahatan keuangan juga tengah memeriksa apakah ada campur tangan pejabat senior KFA yang melanggar aturan internal federasi.

Posisi Hong semakin mendapat sorotan setelah Korea Selatan tampil mengecewakan di Piala Dunia 2026. Tim yang digadang-gadang sebagai "generasi emas" gagal lolos dari fase grup usai menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Afrika Selatan, sebelum Hong akhirnya mengundurkan diri pada Juni lalu.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, turut mengkritik kegagalan tersebut. Ia menyebut penyebabnya adalah "orang-orang yang tidak kompeten" yang menempati posisi kepemimpinan, serta menyinggung praktik loyalitas dan kepentingan kelompok dalam proses penunjukan pejabat sepak bola.

Pada akhir Juli, Hong Myung-bo dipanggil menghadiri sidang parlemen dan mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim. Keputusannya mencadangkan Son Heung-min pada babak pertama laga penentuan melawan Afrika Selatan juga memicu kemarahan suporter dan menuai kritik luas.

Dalam sidang tersebut, anggota parlemen turut mempertanyakan laporan yang menyebut Hong menerima gaji sebesar 3,8 miliar won per tahun, salah satu yang tertinggi untuk pelatih tim nasional. Hong membantah angka tersebut, tetapi menolak mengungkap nominal gaji yang sebenarnya. KFA hingga kini belum memberikan komentar terkait penyelidikan tersebut.

Artikel Tag: Korea Selatan, KFA, Hong Myung-bo

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru