Hamzah Sheeraz Lepas Gelar WBO dan Batal Hadapi Janibek Alimkhanuly
Hamzah Sheeraz sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan tersebut jika nilai pertarungan tidak sesuai harapannya. (Foto: Fight TV)
Hamzah Sheeraz memilih tidak melanjutkan pertarungan wajib melawan Janibek Alimkhanuly dan mengosongkan gelar WBO kelas super middleweight yang dimilikinya.
Keputusan tersebut dikonfirmasi WBO pada Jumat (18/9).
Queensberry Promotions sebelumnya memenangkan purse bid untuk duel Sheeraz melawan Alimkhanuly dengan tawaran 1.001.809 dolar AS.
Pertarungan semula diusulkan berlangsung pada 28 November atau 5 Desember, dengan London, Birmingham, dan New York sebagai opsi lokasi.
Top Rank, promotor Alimkhanuly, mengajukan tawaran 820.000 dolar AS. Berdasarkan hasil purse bid, Sheeraz seharusnya menerima 751.356,75 dolar AS, sedangkan Alimkhanuly mendapatkan 250.452,25 dolar AS.
Namun, duel tersebut tidak akan berlangsung setelah Sheeraz memutuskan melepas sabuknya secara sukarela.
“WBO mengonfirmasi Queensberry secara resmi memberitahukan organisasi bahwa Hamzah Sheeraz, setelah mempertimbangkan ketentuan hasil proses purse bid terkait kewajiban mempertahankan gelarnya melawan penantang wajib Janibek Alimkhanuly, memilih tidak melanjutkan pertarungan dan secara sukarela melepas gelar dunia WBO kelas Super Middleweight,” demikian pernyataan WBO.
Sheeraz sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan tersebut jika nilai pertarungan tidak sesuai harapannya.
Dalam podcast bersama CEO The Ring Rick Reeno, ia mengatakan pertarungan itu harus memberikan imbalan yang sepadan dengan statusnya sebagai juara.
Hamzah Sheeraz menjadi juara WBO kelas 168 pound setelah menghentikan Alem Begic pada ronde kedua di Mesir pada 23 Mei.
Ia kemudian mempertahankan gelar untuk pertama kalinya dengan menang mayoritas atas Simon Zachenhuber pada 25 Juli di Jeddah, Arab Saudi.
Setelah laga tersebut, Sheeraz menjalani operasi pada tangan kanannya.
Sementara itu, Alimkhanuly memiliki rekor 17-0 dengan 12 KO dan merupakan mantan juara IBF serta WBO kelas middleweight. Ia menjadi penantang wajib Sheeraz pada Agustus setelah memutuskan naik ke kelas 168 pound.
Keputusan WBO tersebut sebelumnya menuai keberatan dari Sheeraz.
Alimkhanuly sempat dijatuhi larangan bertanding selama satu tahun setelah dinyatakan positif meldonium pada 2025.
Hasil tersebut membuatnya dikeluarkan dari laga unifikasi melawan Erislandy Lara dan kemudian kehilangan gelar IBF.
WBO kemudian menyatakan masa larangan tersebut telah berakhir pada 10 Juli, sehingga Alimkhanuly dapat kembali bertanding dan menjadi penantang wajib setelah naik kelas.
Artikel Tag: Top Rank, Janibek Alimkhanuly, Hamzah Sheeraz