Rory McIlroy Sebut LIV Golf Ubah Golf Profesional Jadi Perlombaan Senjata
Rory McIlroy mendukung keputusan DP World Tour yang mengizinkan mantan anggotanya kembali berkompetisi pada musim 2027, dengan sejumlah ketentuan. (Foto: Golf Digest)
Rory McIlroy menilai LIV Golf telah mengubah golf profesional menjadi perlombaan senjata dalam perebutan pemain dan sponsor.
Pegolf asal Irlandia Utara itu juga mendukung keputusan DP World Tour yang mengizinkan mantan anggotanya kembali berkompetisi pada musim 2027, dengan sejumlah ketentuan.
Rory McIlroy menyampaikan pandangannya pada Rabu (4/11) di sela-sela turnamen Abu Dhabi Aldar Championship.
Ia sepakat dengan sikap CEO DP World Tour Guy Kinnings yang sebelumnya memberikan ultimatum kepada para pemain yang ingin tampil di tur Eropa tersebut: mereka harus memilih antara bermain di DP World Tour atau LIV Golf, bukan keduanya.
Beberapa pegolf sebelumnya mengkritik keputusan Kinnings yang membuka jalan bagi mantan pemain LIV Golf, termasuk Jon Rahm dan Sergio Garcia, untuk kembali pada 2027.
"Saya setuju dengan semua yang dikatakan Guy. Mereka merekrut pemain, mengambil sponsor, dan mengubah golf profesional menjadi perlombaan senjata. Mereka bahkan berkeliling Augusta National Golf Club dan mengatakan ingin menghancurkan tur Eropa. Ya, saya setuju dengan semuanya," kata Rory McIlroy kepada wartawan.
Ia menilai pihak yang tidak sependapat dengan keputusan tersebut mungkin hanya melihat persoalan dari sudut pandang jangka pendek.
Dalam wawancara dengan The Scotsman, Kinnings menjelaskan bahwa DP World Tour harus menjaga keseimbangan antara perlakuan adil terhadap pemain yang tetap setia dan perlindungan terhadap keberlangsungan tur.
Ia juga mengaku ingin mempertahankan budaya khas kompetisi tersebut.
Kinnings menyebut LIV Golf telah menghabiskan lebih dari US$7 miliar dan memiliki tujuan menghancurkan DP World Tour, berdasarkan informasi yang diterimanya dari sejumlah orang dalam industri golf yang ia percaya.
DP World Tour juga sedang berupaya memperpanjang kemitraan dengan PGA Tour.
Laporan keuangan terbaru menunjukkan PGA Tour memberikan lebih dari US$77 juta kepada tur Eropa tersebut pada 2025 untuk meningkatkan hadiah turnamen dan menghadapi persaingan LIV Golf.
Setelah Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi menghentikan pendanaannya pada April, LIV Golf dikabarkan akan memiliki lebih sedikit turnamen dan hadiah yang lebih kecil jika tetap berlanjut.
Kinnings pun mempertimbangkan penyesuaian hadiah, jumlah turnamen, serta fokus pada Rolex Series dan kejuaraan nasional.
McIlroy, yang bermain di DP World Tour dan PGA Tour, mengatakan golf profesional putra membutuhkan penataan ulang setelah periode persaingan tersebut. Menurut dia, kehadiran LIV Golf memang meningkatkan pendapatan pemain, tetapi juga memberi mereka daya tawar yang terlalu besar terhadap penyelenggara tur.
Rory McIlroy menyebut jaminan kontrak lebih dari US$100 juta dan hadiah turnamen mencapai US$30 juta pada 2025 telah menciptakan ekonomi semu.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan kompetisi harus menjadi prioritas agar berbagai tur tetap dapat beroperasi dalam 50 tahun mendatang.
Artikel Tag: Rory McIlroy, PGA tour, LIV Golf