☰
Kanal
✕

Gagal Gandeng Investor, LIV Golf Bersiap Hadapi Proses Likuidasi

Penulis: Abdi Ardiansyah
05 Nov 2026, 13:07 WIB

LIV Golf berada di ambang kebangkrutan setelah BC Partners batal mendanai turnamen

Berita Golf - Masa depan turnamen golf LIV Golf berada di ambang kehancuran setelah calon investor utamanya, BC Partners, membatalkan tawaran pendanaan senilai 300 juta dolar AS. Keputusan ini memupuskan harapan peluncuran kembali format LIV 2.0 untuk musim 2027.

Laporan dari Financial Times dan The Athletic menyebutkan bahwa BC Partners sebelumnya tengah mengevaluasi daya tarik liga baru tersebut. Kendati LIV 2.0 berhasil menarik minat lebih dari 30 pemain, proyek tersebut dinilai kekurangan figur daya pikat bintang (star power) yang cukup untuk menjamin kelayakan bisnisnya.

Proses persidangan di pengadilan kebangkrutan New Jersey dijadwalkan berlangsung pada Kamis pekan ini, yang diperkirakan akan menjadi titik awal dimulainya proses likuidasi organisasi.

Keterpurukan finansial LIV Golf berawal pada April lalu saat pendiri sekaligus penyokong dana utamanya, Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, secara mendadak menghentikan dukungan dana. Dampaknya, dua turnamen pada kalender 2026 terpaksa dibatalkan dan operasional liga berjalan sangat terbatas hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal serta pengajuan kebangkrutan.

Upaya manajemen untuk merestrukturisasi liga lewat pembagian ekuitas pemain juga gagal mempertahankan jajaran pegolf papan atas. Nama-nama besar seperti Jon Rahm, Tyrrell Hatton, Sergio Garcia, hingga Ian Poulter memilih mundur dari proyek tersebut. Sementara itu, bintang utama seperti Bryson DeChambeau juga enggan memberikan komitmen pasti untuk masa depan LIV Golf.

Artikel Tag: golf news, Public Investment Fund, LIV Golf

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru