Kanal

Robert MacIntyre Kena Sanksi Etik setelah Luapkan Emosi di The Open

Penulis: Hanif Rusli
21 Jul 2026, 13:11 WIB

Robert MacIntyre mengaku rasa frustrasinya muncul karena merasa mendapat hukuman yang terlalu berat akibat satu pukulan yang sedikit melenceng. (Foto: Golf Digest)

Robert MacIntyre menerima peringatan pelanggaran kode etik dari penyelenggara The Open Championship, The R&A, setelah meluapkan emosinya dengan membanting driver ke tanah pada putaran final di Royal Birkdale, Southport, Inggris, Minggu (19/7) waktu setempat.

Insiden terjadi di area tee hole ke-16. Pegolf asal Skotlandia itu memukul driver ke permukaan tanah setelah pukulan tee miliknya melenceng ke area rumput liar di sisi kanan fairway.

Tindakannya langsung mendapat perhatian ofisial dan berujung pada peringatan resmi atas perilaku di lapangan.

Meski mendapat teguran, MacIntyre mengaku tidak terkejut dengan keputusan tersebut. Ia bahkan menyebut kemungkinan akan menerima lebih banyak peringatan serupa sepanjang karier profesionalnya.

"Saya rasa akan menerima beberapa peringatan seperti ini sepanjang karier saya. Saya memang mudah terbawa emosi. Begitulah adanya," kata MacIntyre usai menyelesaikan putaran terakhir.

Peringatan yang diterima Robert MacIntyre menjadi kasus keempat terkait pelanggaran kode etik yang terjadi di ajang turnamen major sepanjang musim 2026.

Badan pengelola empat turnamen major memang mulai memperketat pengawasan terhadap perilaku para pegolf di lapangan.

MacIntyre sebenarnya masih memiliki peluang bersaing di papan atas untuk mengejar gelar major pertamanya di Royal Birkdale.

Namun, ia kembali membukukan skor 71 atau satu di atas par, sama seperti pada putaran sebelumnya, sehingga harus puas mengakhiri turnamen dengan total 2-under 278 dan berbagi posisi ke-28.

Pegolf berusia 30 tahun itu mengaku rasa frustrasinya muncul karena merasa mendapat hukuman yang terlalu berat akibat satu pukulan yang sedikit melenceng.

"Saya mungkin akan terus bereaksi seperti itu sepanjang karier. Saya berusaha mengendalikan diri, tetapi ketika merasa lapangan ini memberi toleransi terhadap banyak pukulan, lalu satu pukulan yang sedikit melenceng justru mendapat hukuman paling berat, rasanya memang menyakitkan," ujarnya.

MacIntyre menambahkan bahwa reaksi emosional merupakan bagian dari karakternya sebagai seorang pegolf.

"Saya akan tetap bereaksi dengan agresif pada situasi tertentu. Itu memang bagian dari DNA saya," katanya.

Kasus Robert MacIntyre bukan yang pertama terjadi pada The Open tahun ini.

Sebelumnya, pegolf Spanyol Jon Rahm juga menerima peringatan kode etik pada putaran kedua setelah melempar stik golf akibat frustrasi menyusul pukulan tee yang buruk di hole ke-15.

Upaya memperketat disiplin di turnamen major juga terlihat pada U.S. Open bulan lalu.

Saat itu, pegolf LIV Golf, Joaquín Niemann, dijatuhi penalti dua pukulan oleh Asosiasi Golf Amerika Serikat (USGA) karena melempar stik golf di hole keenam pada putaran pertama.

Meski demikian, MacIntyre mengaku tidak terlalu memikirkan semakin ketatnya pengawasan terhadap perilaku pemain.

"Sejujurnya saya tidak terlalu peduli. Kalau saya mendapat penalti dua pukulan, itu kesalahan saya sendiri. Kalau hanya mendapat peringatan, itu juga kesalahan saya. Jadi saya tidak terlalu mengkhawatirkannya," ujar MacIntyre.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Robert MacIntyre menerima konsekuensi atas tindakannya, meski tidak berniat mengubah sepenuhnya cara dirinya mengekspresikan emosi saat bertanding.

Artikel Tag: PGA tour, the open championship, Robert MacIntyre

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru