Floyd Mayweather Jr Kembali Naik Ring, Uang Jadi Alasan Utama
Floyd Mayweather Jr menegaskan bahwa dirinya masih mampu mencetak rekor baru, terutama dari sisi komersial. (Foto: Fight TV)
Floyd Mayweather Jr pernah menutup kariernya dengan cara yang nyaris sempurna.
Lima puluh pertarungan, lima puluh kemenangan tanpa kekalahan, serta pundi-pundi dolar yang melampaui siapa pun dalam sejarah tinju profesional.
Namun, sembilan tahun setelah menyatakan pensiun, legenda hidup itu kembali memastikan diri naik ring.
Mayweather, kini berusia 49 tahun, mengonfirmasi bahwa ia akan melanjutkan karier profesionalnya pada September mendatang dalam laga ulang melawan rival lamanya, Manny Pacquiao.
Pertarungan tersebut akan menjadi rematch yang telah dinanti selama 11 tahun. Sebelumnya, pada April 2025, ia juga tampil dalam laga ekshibisi melawan Mike Tyson.
Saat gantung sarung tinju pada 2017 usai menghadapi Conor McGregor di Las Vegas, banyak pihak menilai Mayweather telah menutup kisahnya dengan sempurna.
Rekor 50-0 menjadi simbol supremasi, sekaligus warisan yang sulit ditandingi. Namun bagi petinju berjuluk “Money” itu, kisahnya belum selesai.
Dalam pernyataan tertulis kepada ESPN, Floyd Mayweather Jr menegaskan bahwa dirinya masih mampu mencetak rekor baru, terutama dari sisi komersial.
Ia mengklaim tidak ada petinju lain yang mampu menghasilkan pendapatan tiket, jumlah penonton global, maupun pemasukan acara sebesar dirinya.
Sepanjang kariernya, uang memang bukan sekadar hasil, melainkan identitas. Julukan “Money” bukan tempelan semata, melainkan merek dagang yang membentuk citra dirinya di dalam dan luar ring.
Mayweather membangun persona sebagai antagonis, memonetisasi kontroversi, dan menjadikan kekayaan sebagai tameng atas kritik.
Sejarah tinju dipenuhi kisah petarung yang bertahan terlalu lama dan berakhir tanpa jaminan finansial memadai.
Muhammad Ali menjalani akhir karier yang menyakitkan, Mike Tyson sempat kembali bertarung karena masalah ekonomi, sementara George Foreman naik ring lagi demi mendanai pusat pemuda miliknya.
Berbeda dengan mereka, Mayweather secara terbuka mengakui bahwa uang adalah motivasi utama, tanpa rasa malu.
Secara finansial, Floyd Mayweather Jr disebut memiliki kekayaan bersih sekitar 400 juta dolar AS.
Namun gaya hidup mewah—jet pribadi, koleksi jam tangan dan mobil, serta lingkaran pergaulan kelas atas—membuat standar “cukup” menjadi relatif.
Di lingkaran miliarder, angka ratusan juta dolar bisa terasa belum memadai.
Kembalinya Mayweather bukan sekadar soal mengejar kemenangan tambahan. Rekor 50-0 sudah terukir dalam sejarah.
Risiko terbesar justru pada aura dan warisan yang bisa memudar jika ia tampil di luar performa terbaiknya. Banyak legenda olahraga yang kembali terlalu lama dan merusak akhir cerita mereka sendiri.
Meski demikian, daya tarik laga melawan Tyson dan Pacquiao tetap besar.
Nama-nama tersebut membawa nostalgia dan nilai komersial tinggi. Bagi promotor dan jaringan siaran, kehadiran Mayweather masih menjanjikan keuntungan signifikan.
Langkah ini juga hadir di tengah kabar gugatan hukum yang ia ajukan terhadap Showtime senilai sedikitnya 340 juta dolar AS terkait dugaan penyalahgunaan dana.
Situasi tersebut semakin menegaskan bahwa aspek bisnis tetap menjadi poros utama setiap keputusan Mayweather.
Pada akhirnya, kembalinya Floyd Mayweather Jr bukan didorong oleh ambisi membuktikan diri di ring, melainkan oleh dorongan untuk terus memperbesar angka di rekeningnya.
Ia tak pernah kalah secara profesional.
Namun, satu hal yang tampaknya belum pernah benar-benar ia kalahkan adalah hasrat untuk selalu mendapatkan lebih banyak lagi.
Artikel Tag: Manny Pacquiao, Floyd Mayweather Jr, Mike Tyson