Anthony Joshua Tegaskan Lanjut Bertinju Usai Alami Kecelakaan Fatal
Anthony Joshua akan kembali naik ring pada 25 Juli mendatang di Jeddah, Arab Saudi, menghadapi petinju Albania, Kristian Prenga. (Foto: Fight TV)
Anthony Joshua menegaskan tidak pernah berpikir untuk meninggalkan dunia tinju meski harus menghadapi tragedi besar yang menewaskan dua sahabat dekatnya dalam kecelakaan mobil pada Desember lalu.
Mantan juara dunia kelas berat itu akan kembali naik ring pada 25 Juli mendatang di Jeddah, Arab Saudi, menghadapi petinju Albania, Kristian Prenga.
Pertarungan tersebut menjadi langkah awal menuju duel besar melawan Tyson Fury yang ditargetkan berlangsung pada November.
Anthony Joshua sempat mengalami masa-masa sulit setelah kecelakaan yang terjadi di dekat Lagos, Nigeria.
Dalam insiden tersebut, dua sahabat sekaligus rekan satu timnya, Sina Ghami dan Latif “Latz” Ayodele, meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi menabrak truk yang sedang berhenti di jalan utama.
Joshua sendiri mengalami cedera dengan tingkat sedang.
Meski sempat muncul ketidakpastian mengenai masa depannya di olahraga ini, petinju asal Inggris itu akhirnya memastikan akan melanjutkan kariernya.
Ia mengaku tinju memiliki peran penting dalam hidupnya dan menjadi alasan utama untuk terus melangkah.
“Tidak, karena ini adalah tujuan hidup saya. Tinju bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga memberikan efek terapeutik. Olahraga ini memberi kami tujuan hidup,” kata Joshua kepada wartawan, Senin.
Menurut petinju berusia 36 tahun itu, ring tinju merupakan tempat di mana dirinya merasa paling nyaman. Ia menyebut olahraga tersebut memberinya arah dan membuatnya merasa puas dengan kehidupannya saat ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, Anthony Joshua telah kembali menjalani latihan secara bertahap.
Ia bahkan mengikuti pemusatan latihan bersama juara dunia kelas berat unifikasi, Oleksandr Usyk, di Spanyol sebagai bagian dari persiapannya menuju pertarungan Juli mendatang.
Joshua mengungkapkan bahwa dirinya baru benar-benar siap menjalani latihan penuh sekitar dua bulan terakhir.
Ia juga menegaskan kondisi mentalnya saat ini sangat kuat meski masih berusaha menghadapi dampak emosional dari tragedi tersebut.
Selain itu, Anthony Joshua mengatakan dirinya banyak belajar mengenai pentingnya doa selama berlatih bersama Usyk yang dikenal sebagai seorang Kristen yang taat.
Walaupun tidak menganut agama tertentu, ia mengakui doa telah membantunya melewati lima bulan terakhir yang penuh tantangan.
Saat ditanya mengenai cara menghadapi kehilangan dua sahabatnya, Joshua menegaskan fokus utamanya adalah memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Saya harus mengesampingkan emosi pribadi karena yang saya pikirkan adalah orang tua mereka. Saya memahami bahwa situasi ini jauh lebih berat bagi mereka. Karena itu saya tidak menjadikannya tentang diri saya sendiri. Ini lebih besar daripada saya,” ujar Joshua.
Ia menambahkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi duka, namun menurutnya memberikan perhatian kepada keluarga Ghami dan Ayodele merupakan cara terbaik untuk menghormati kedua sahabatnya tersebut.
Artikel Tag: Anthony Joshua, oleksandr usyk