☰
Kanal
✕

Fifa Laopakdee Sukses Pertahankan Gelar Asia-Pacific Amateur Championship

Penulis: Hanif Rusli
01 Nov 2026, 15:16 WIB

Fifa Laopakdee berpose dengan trofi Asia-Pacific Amateur Championship. (Foto: Golf Digest)

Pegolf Thailand Fifa Laopakdee mempertahankan gelar Asia-Pacific Amateur Championship setelah mencatatkan skor satu di bawah par 70 pada putaran final di Te Arai Links, Selandia Baru, Minggu (1/11).

Kemenangan dengan keunggulan tiga pukulan itu sekaligus memastikan tiket bagi Laopakdee untuk tampil di Masters dan British Open tahun depan.

Fifa Laopakdee menuntaskan turnamen dengan total enam pukulan di bawah par 278.

Pegolf berusia 21 tahun yang berstatus mahasiswa Arizona State University itu menjadi pemain kedua yang berhasil menjuarai turnamen tersebut dua tahun berturut-turut sejak kompetisi dimulai pada 2009, menyamai pencapaian juara Masters Hideki Matsuyama.

Kemenangan kali ini diraih melalui kebangkitan pada putaran final.

Fifa Laopakdee sempat tertinggal tiga pukulan dengan 10 lubang tersisa, tetapi situasi berubah drastis di lubang ke-11.

Pukulan keduanya mendarat sekitar tujuh kaki dari lubang dan menghasilkan birdie, sementara pegolf tuan rumah Zack Swanwick justru mencatatkan triple bogey.

Perubahan empat pukulan dalam satu lubang itu membuat Laopakdee beralih dari tertinggal dua pukulan menjadi unggul dua pukulan.

Sejak saat itu, dia mampu mempertahankan kendali hingga mendekati akhir pertandingan.

Laopakdee semakin memperbesar keunggulannya melalui birdie di lubang ke-17, par 3, setelah pukulan wedge-nya berhenti sekitar empat kaki dari lubang.

Dia akhirnya menutup putaran dengan par di lubang ke-18 dan mengepalkan tangan sebagai tanda keberhasilan mempertahankan gelar.

Kemenangan tersebut membawanya kembali ke Augusta National untuk mengikuti Masters pada April 2027. Dia juga akan tampil di British Open musim panas mendatang di St Andrews.

Laopakdee bahkan sudah memiliki rencana untuk bertemu pegolf Inggris Justin Rose, yang menurutnya telah berjanji mengajaknya bermain dalam satu putaran latihan apabila dia berhasil kembali ke Masters.

“Rosey, sampai jumpa di putaran latihan Masters,” kata Fifa Laopakdee sambil tersenyum lebar.

Bagi Swanwick, turnamen ini berakhir mengecewakan.

Pegolf Selandia Baru yang menempuh pendidikan di Florida itu memulai putaran final dengan keunggulan dua pukulan atas Laopakdee dan Cooper Moore.

Namun, triple bogey di lubang ke-11 menjadi titik balik yang sulit diatasi.

Swanwick menjelaskan bahwa pukulan iron keenamnya terlalu jauh hingga masuk bunker belakang.

Pukulan berikutnya melewati sasaran, sedangkan upaya chip membuat bola kembali turun ke area cekung. Dia akhirnya gagal memasukkan putt sekitar delapan kaki untuk menyelamatkan bogey.

“Saya seharusnya mengarahkan bola ke tengah green, membuat par, lalu meninggalkan lubang itu. Saya masuk bunker, pukulan keluar bunker terlalu jauh, kemudian terlalu berusaha mengatur chip. Ada beberapa kesalahan yang merugikan saya,” ujarnya.

Kayun Mudadana dari Australia finis di posisi ketiga dengan total dua di bawah par 282 setelah mencatatkan 67 pukulan.

Moore berada satu pukulan di belakangnya. Hanya empat pegolf yang mengakhiri turnamen dengan skor di bawah par.

Tahun lalu di Dubai, Laopakdee juga bangkit pada putaran final setelah tertinggal enam pukulan, sebelum akhirnya menang melalui playoff pada lubang ketiga.

“Ini salah satu turnamen terakhir tahun ini dan saya ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya masih mampu melakukannya. Bisa meraih kemenangan ini sangat berarti bagi saya,” kata Laopakdee.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru