Fabio Wardley Bidik Debut Amerika di Madison Square Garden pada 2026
Fabio Wardley mengunhkapkan bahwa bertarung di MSG akan menjadi tonggak baru yang melengkapi daftar mimpi besarnya. (Foto: Fight TV)
Juara dunia kelas berat WBO, Fabio Wardley, menatap tahun 2026 dengan ambisi besar.
Petinju asal Inggris berusia 31 tahun itu menargetkan debut bertarung di Amerika Serikat dan secara spesifik mengincar panggung legendaris Madison Square Garden (MSG), New York, sebagai destinasi impiannya.
Wardley resmi naik status menjadi juara dunia penuh WBO pada November lalu dan kini timnya tengah menyiapkan pertarungan pertama untuk mempertahankan sabuk prestisius tersebut.
Sejumlah duel sesama petinju Inggris, termasuk melawan Tyson Fury atau Derek Chisora, sudah lama masuk dalam daftar keinginannya.
Namun, Fabio Wardley mengungkapkan bahwa visinya untuk 2026 jauh lebih luas.
“Saya ingin 2026 menjadi tahun yang besar dan sibuk,” kata Wardley. “Saya sudah menjadi juara dunia, tapi saya tidak mau hanya duduk dan menyembunyikan sabuk ini. Saya ingin aktif, bertarung secara reguler, dan terlibat dalam laga-laga besar.”
Wardley menegaskan bahwa sepanjang kariernya, setiap pencapaian justru memicu keinginan untuk terus melangkah lebih jauh.
Menurutnya, bertarung di MSG akan menjadi tonggak baru yang melengkapi daftar mimpi besarnya.
“Kalau kita sudah melakukan semua itu, kenapa tidak Madison Square Garden? Itu salah satu target tertinggi saya sekarang,” ujarnya. “Saya selalu mencari tantangan terbesar dan itu tidak akan berubah.”
Namun, pertarungan di MSG tentu membutuhkan lawan yang sepadan.
Wardley mengaku sempat mengincar duel melawan Deontay Wilder sebagai laga ideal di Amerika, tetapi rencana itu pupus setelah Wilder lebih dulu diambil oleh Oleksandr Usyk.
Alternatif lain yang muncul adalah Jared Anderson, mantan prospek cerah kelas berat yang kini menempati peringkat lima WBO.
“Lawan sangat menentukan,” kata Wardley. “Saya belum pernah bertarung di Amerika, jadi penontonnya baru bagi saya. Harus ada cerita yang kuat dan lawan yang tepat agar fans mau datang dan menonton.”
Meski demikian, Wardley menegaskan bahwa motivasinya bukan semata-mata soal nama besar. Ia ingin mengoleksi pencapaian dan pengalaman baru agar kelak bisa menatap kariernya tanpa penyesalan.
Dulu, Fabio Wardley yang berasal dari latar belakang white-collar boxing tanpa pengalaman amatir kerap dianggap berisiko tinggi dengan imbalan kecil.
Namun, semuanya berubah sejak ia merebut gelar WBO. Sabuk juara kini membuat para petinju elite lebih terbuka untuk berdiskusi, termasuk nama-nama besar seperti Anthony Joshua dan Tyson Fury.
Saat ini, pertarungan melawan Derek Chisora disebut sebagai opsi paling realistis. Chisora sendiri tengah membidik laga ke-50 yang kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya.
Sementara itu, Tyson Fury masih berencana menjalani satu laga pemanasan sebelum mempertimbangkan duel besar.
Fabio Wardley menyadari dinamika tersebut dan memilih tetap fokus.
“Kalau pintu itu terbuka, saya siap,” ujarnya. “Jika tidak, mungkin itulah saatnya kami menuju Amerika. Madison Square Garden selalu ada di benak saya.”
Artikel Tag: Fabio Wardley, Kelas Berat, Heavyweight, WBO, madison square garden, MSG, New York, Amerika Serikat, Tyson Fury, Derek Chisora, Anthony Joshua, Deontay Wilder, oleksandr usyk, Jared Anderson, boxing, Tinju, Inggris, Amerika