Kanal

FA Perketat Hukuman Diskriminasi, Skors 10 Laga Jadi Standar

Penulis: Fery Andriyansyah
31 Jul 2026, 09:30 WIB

FA menetapkan sanksi lebih berat bagi pelaku diskriminasi di Premier League. (Foto: Stu Forster/Getty Images)

Berita Liga Inggris: Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengumumkan perubahan pedoman sanksi bagi pemain, manajer, maupun penghuni area teknis yang terbukti melakukan pelanggaran diskriminasi. Kebijakan baru tersebut diumumkan pada Kamis (30/7/2026) dengan menetapkan hukuman standar berupa skorsing minimal 10 pertandingan untuk pelanggaran berat atau aggravated breach di Premier League maupun kompetisi yang berada di bawah kewenangannya.

Perubahan tersebut menjadi langkah terbaru FA dalam memperkuat upaya memberantas diskriminasi di sepak bola. Sebelumnya, pedoman sanksi merekomendasikan hukuman antara enam hingga 12 pertandingan. Kini, batas minimal dinaikkan agar memberikan efek jera yang lebih besar sekaligus menegaskan bahwa tindakan diskriminatif tidak akan ditoleransi di lapangan maupun area teknis.

Dalam pernyataan resminya, FA menegaskan bahwa langkah lebih tegas diperlukan untuk menghadapi perilaku yang dinilai mencederai nilai-nilai sepak bola. "Langkah yang lebih kuat diperlukan untuk mengatasi perilaku yang menjijikkan ini. Pedoman sanksi yang diperbarui kini mengharuskan Komisi Regulasi menjatuhkan hukuman standar berupa skorsing minimal 10 pertandingan dalam situasi seperti ini," tulis pernyataan tersebut.

Pelanggaran berat mencakup tindakan yang secara tersurat maupun tersirat mengacu pada etnis, warna kulit, ras, kewarganegaraan, agama, gender, orientasi seksual, maupun disabilitas seseorang. Jika terdapat faktor yang semakin memberatkan, Komisi Regulasi dapat menjatuhkan hukuman lebih panjang daripada batas minimal yang telah ditetapkan.

FA juga menjelaskan adanya ruang untuk pengurangan hukuman apabila terdapat keadaan yang meringankan dan pelaku langsung mengakui kesalahannya pada kesempatan pertama. Dalam kondisi tersebut, sanksi paling ringan menjadi enam pertandingan, sedangkan hukuman di bawah jumlah itu hanya dimungkinkan apabila pelanggaran diskriminasi terjadi semata-mata melalui tulisan.

Selain itu, pemain atau ofisial yang kembali dinyatakan bersalah atas pelanggaran diskriminasi akan menerima hukuman lebih berat dibandingkan pelanggaran pertama. Melalui kebijakan ini, FA berharap tercipta lingkungan sepak bola yang lebih aman, inklusif, serta memberikan perlindungan lebih kuat bagi seluruh pihak dari segala bentuk tindakan diskriminatif.

Artikel Tag: FA, Premier League

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru