Kanal

Kesulitan Hamilton di Ferrari: Teori ‘Sandal Lama’ Terungkap

Penulis: Juli Tampubolon
03 Mar 2026, 19:03 WIB

Kesulitan Hamilton di Ferrari: Teori ‘Sandal Lama’ Terungkap - sumber: (racingnews365)

Berita F1 kali ini datang dari mantan insinyur balap F1, Rob Smedley, yang mengungkapkan kesulitan yang dialami Lewis Hamilton di Ferrari tahun lalu. Hamilton membuat keputusan mengejutkan dengan pindah ke tim Italia tersebut pada 2025 setelah mengakhiri masa bakti yang sangat sukses bersama Mercedes. Namun, sang juara dunia tujuh kali tersebut menghadapi musim yang penuh tantangan dan untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia melewati satu musim penuh tanpa menginjakkan kaki di podium.

Selama jeda musim dingin, Hamilton melakukan perubahan personal dengan memutuskan hubungan dengan insinyur balapnya, Riccardo Adami. Smedley, yang pernah lama bekerja di Ferrari, menyatakan bahwa kesulitan Hamilton berasal dari keterikatannya yang mendalam dengan proses di Mercedes. "Lewis adalah pembalap yang sangat bergantung pada hubungannya dengan tim, terutama dengan insinyur balapnya," ujar Smedley dalam episode terbaru podcast RacingNews365.

Saat berbicara mengenai adaptasi, Smedley menekankan bahwa setiap pembalap sering kali menghadapi tantangan ketika bergabung dengan tim baru yang memiliki cara kerja berbeda, bukan lebih baik atau lebih buruk, hanya berbeda. "Pengalaman ini juga saya rasakan saat berpindah dari Ferrari ke Williams," tambahnya. Menurut Smedley, Hamilton saat ini berada dalam fase hubungan yang belum sepenuhnya nyaman dengan tim dan insinyur barunya, dan stres adaptasi memegang peran besar.

Musim F1 baru yang akan dimulai akhir pekan ini belum membuat Ferrari mengumumkan pengganti tetap Adami, sebuah situasi yang mendapatkan kritik dari berbagai ahli. Namun, dengan satu musim di Ferrari, Smedley optimis Hamilton dapat tampil lebih kompetitif. "Bayangkan menjadi pembalap F1 dengan tujuh gelar juara dunia, stres adaptasi itu sangat tinggi dan jelas berperan di sini," jelas Smedley. Harapannya, tahun ini akan ada lebih banyak harmoni antara kedua belah pihak, dan kita akan melihat Lewis kembali pada kondisi mental dan kompetitif yang lebih baik.

Artikel Tag: Ferrari, Lewis Hamilton

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru