Franco Colapinto Diprediksi Jadi Pebalap Paling Tertekan di F1 2026
Franco Colapinto
Berita F1: Franco Colapinto disebut sebagai pebalap yang paling berada di bawah tekanan menjelang dimulainya musim Formula 1 berikutnya. Penilaian tersebut muncul di tengah situasi Alpine yang baru saja menutup musim 2025 di posisi juru kunci klasemen konstruktor.
Dari enam pebalap yang akan memperkuat Alpine, Audi, dan Cadillac, mayoritas penggemar Formula 1 menilai Colapinto sebagai sosok yang paling wajib tampil meyakinkan ketika balapan pembuka digelar di Melbourne. Sorotan tajam tidak lepas dari status Alpine sebagai tim yang tengah berusaha bangkit dari periode sulit.
Musim ini menjadi fase penting bagi Alpine. Tim berbasis di Enstone tersebut memutuskan menghentikan proyek mesin internal dan beralih menggunakan unit daya Mercedes. Langkah besar ini diambil demi meningkatkan daya saing, sekaligus menambah ekspektasi terhadap performa seluruh pebalapnya.
Tekanan terbesar pun dinilai mengarah ke garasi Colapinto. Pebalap berusia 22 tahun itu diharapkan mampu menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di tengah ekspektasi tinggi yang juga datang dari sisi lain tim. Banyak pihak ingin melihat sejauh mana Colapinto mampu mengemban tanggung jawab di level tertinggi Formula 1.
Pembahasan ini merupakan bagian dari seri analisis RacingNews365 yang menyoroti pebalap dengan tekanan terbesar menjelang musim 2026. Dalam edisi tersebut, nama Sergio Perez juga masuk daftar pebalap yang dianggap memiliki banyak hal untuk dibuktikan.
Menariknya, Perez dinilai berada di bawah tekanan yang lebih besar dibandingkan Valtteri Bottas, yang membela Cadillac di sisi lain. Hal ini mencerminkan ekspektasi tinggi terhadap pengalaman dan rekam jejak Perez sebagai pebalap papan atas.
Baik Franco Colapinto maupun Perez dipastikan melaju ke babak final penilaian. Keduanya akan bersaing dengan Lewis Hamilton, Isack Hadjar, Liam Lawson, dan Lance Stroll untuk menentukan siapa di antara enam pebalap tersebut yang akan berada di bawah sorotan paling tajam sepanjang musim.
Dengan kombinasi usia muda, tekanan tim, serta perubahan besar di Alpine, musim mendatang akan menjadi ujian krusial bagi Colapinto. Performa di awal musim berpotensi menentukan arah kariernya di Formula 1.
Artikel Tag: Franco Colapinto, Alpine, F1 2026