Elena Rybakina Siap Manfaatkan Kesuksesan Di Melbourne Untuk Tujuan Besar
Elena Rybakina [image: reuters]
Berita Tenis: Elena Rybakina berharap kemenangannya di Australian Open 2026 akan membuka jalan bagi musim yang gemilang saat ia menargetkan untuk meraih peringkat 1 dunia suatu hari nanti.
Petenis yang akan naik ke peringkat 3 dunia pada hari Senin (2/2), mengalahkan Aryna Sabalenka dengan tiga set untuk memenangkan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya di Australian Open 2026. Tiga setengah musim setelah ia memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di Wimbledon.
Di sepanjang final Australian Open, petenis berkebangsaan Kazakhstan mampu meredam kekuatan petenis unggulan pertama, Sabalenka dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa dengan bangkit dari ketertinggalan 0-3 di set penentu.
Petenis berusia 26 tahun kini telah memenangkan empat dari enam turnamen terakhir yang ia lakoni. Meskipun salah satu dari dua turnamen yang tidak dimenangkannya disebabkan oleh pengunduran diri. Ia saat ini tengah menikmati 10 kemenangan beruntun melawan petenis peringkat 10 besar dan telah mencatatkan lebih banyak kemenangan di turnamen WTA daripada petenis putri lain sejak Wimbledon musim lalu.
“Tidak juga,” jawab Rybakina ketika ditanya apakah ia merasa tidak terkalahkan. “Saya bermain di Brisbane awal bulan ini dan saya kalah dalam pertandingan di sana.”
“Saya merasa selama beberapa pekan terakhir saya mengalami peningkatan dan itu sangat bagus. Setiap pertandingan berbeda, tetapi sekali lagi, servis saya di awal tidak sebagus sebelumnya. Saya sangat bangga dengan kerja sama tim dan sebenarnya saya menemukan performa terbaik saya di Grand Slam ini.”
Agresi adalah kunci kebangkitan petenis berkebangsaan Kazakhstan. Di final melawan Sabalenka, servis tercepatnya mencapai 190 km/jam, hanya 12 km/jam lebih tinggi dari rata-rata servisnya dalam pertandingan. Salah satu faktor penting dalam performanya adalah timnya, yang dalam beberapa bulan terakhir telah melewati masa-masa sulit.
Pelatih Stefan Vukov dikenai skorsing sementara atas tuduhan perlakuan buruk terhadap dirinya. Tuduhan yang selalu dibantah oleh keduanya. Setelah investigasi WTA atas potensi pelanggaran kode etik mereka, ia diizinkan untuk kembali ke turnamen musim panas lalu. Detail lengkap investigasi tersebut tidak pernah dipublikasikan karena alasan kerahasiaan.
“Kami selalu beradaptasi dengan perasaan saya karena jadwalnya tidak mudah. Jadi, anda perlu mengelola tubuh anda dan beberapa cedera kecil, anda perlu terus berbicara dengan tim anda dan membuat rencana yang berbeda,”jelas Rybakina tentang pendekatannya terhadap turnamen.
“Anda mungkin memiliki beberapa rencana, tetapi kemudian di pagi hari anda bangun dan ceritanya berubah total. Ini semua tentang komunikasi dan memiliki orang-orang hebat di sekitar anda.”
Salah satu tujuan petenis berkebangsaan Kazakhstan adalah untuk mendekati Sabalenka dan Iga Swiatek dalam beberapa pekan mendatang, yang saat ini menduduki dua peringkat teratas. Saat ini ia terpaut 400 poin dari Swiatek, tetapi Sabalenka masih unggul dengan lebih dari 3000 poin.
“Mereka lawan yang tangguh dan mereka memiliki hasil yang impresif,” tutur Sabalenka. “Selama ini, mereka berada di puncak dan stabil. Saya senang sekarang saya bisa kembali ke level ini dan semoga saya bisa stabil lagi di sepanjang musim dan terus menunjukkan permainan tenis yang hebat.”
Mengenai target mencapai peringkat 1 dunia, ia mengatakan ia memiliki ambisi yang tinggi tetapi belum mengungkapkan detailnya.
“Saya memiliki tujuan besar. Waktu akan membuktikan, tetapi kami akan terus bekerja dan semoga saya mencapai tujuan saya. Saya akan terus berlatih,” ujar Rybakina.
Artikel Tag: Australian Open 2026, Elena Rybakina, Aryna Sabalenka