Kanal

Diana Shnaider Akui Permainan Memukau Maja Chwalinska Di Paris

Penulis: Dian Megane
05 Jun 2026, 17:38 WIB

Diana Shnaider [image: reuters]

Berita Tenis: Perjalanan hebat Diana Shnaider di French Open musim 2026 berakhir di semifinal karena penampilan gemilang Maja Chwalinska, yang menjadi tembok pertahanan dan berhasil membuatnya frustrasi.

Itu bukan hari terbaik petenis unggulan ke-25 dan level permainan petenis berkebangsaan Polandia, Chwalinska lebih unggul yang mengantarkannya ke final French Open untuk menghadapi petenis unggulan kedelapan, Mirra Andreeva.

Meskipun demikian, petenis berusia 22 tahun meninggalkan Paris dengan kepuasan telah bermain tenis dengan baik selama dua pekan dan berhasil menundukkan petenis peringkat 1 dunia, Aryna Sabalenka.

"Dua pekan ini sungguh luar biasa. Saya sangat bangga pada diri sendiri dan apa yang telah saya capai di sini. Tentu saja, banyak hal baru dan tujuan baru. Secara umum, itu adalah pertandingan yang sangat sulit. Semua pujian untuk Maja, ia bermain dengan luar biasa,” ungkap Shnaider.

“Saya merasa kami berdua bermain tenis dengan sangat baik. Itu adalah pertarungan yang sangat intens. Saya mencoba memberikan yang terbaik dan bereksperimen dengan berbagai hal. Saya mengerahkan semua kemampuan saya di lapangan. Saya bangga dengan cara saya bermain dan berjuang. Ia bermain dengan luar biasa dan jelas pantas menang kali ini dan mencapai final."

Ia pun menganalisis hal yang membuat Chwalinska begitu berbahaya.

"Pertama dan terpenting, ia bergerak dengan luar biasa di lapangan, mampu menjangkau area yang luas, dan membaca permainan dengan sangat baik. Bahkan ketika anda mengira telah memenangkan poin, ia masih ada di sana. Ia tidak hanya mengembalikan bola dengan cara yang memungkinkan anda untuk menyerang, tetapi ia melakukannya dengan cara yang tidak nyaman bagi anda. Jadi, nda harus memulai seluruh poin dari awal dan membangunnya kembali. ia memiliki banyak variasi dan banyak putaran bola,” jelas Shnaider.

"Forehand tangan kirinya memiliki banyak putaran dan backhand-nya memiliki banyak slice. Ada bola-bola rendah dan tentu saja, drop shot-nya sangat efektif. Ia maju ke net dan mampu menjangkau lapangan dengan sangat baik. Gaya bermainnya sangat cocok dengan clay-court. Bahkan jika anda sedang menyerang, ia dapat mengubah poin dan beralih dari bertahan ke menyerang."

"Kami tidak menemukan pertandingan di mana ia bertanding melawan petenis kidal, jadi itu hanya masalah turun ke lapangan. Pertandingan berlangsung sangat panjang, reli yang sangat ketat dalam dua set, lebih dari 2 jam. Itu adalah pertandingan tenis yang sangat kompetitif, dengan banyak momen menarik. Tentu saja, kalah itu menyakitkan, tetapi saya senang dengan cara saya bermain, bagaimana saya berjuang, dan poin-poin hebat yang ada. Saya merasa penonton menikmati menontonnya."

Dengan musim grass-court kini ada di depan mata, ia pun mengalihkan perhatiannya menuju target selanjutnya, termasuk Wimbledon.

"Saya akan memberi hadiah kepada diri sendiri dengan pulang ke rumah, menghabiskan beberapa hari bersama keluarga. Saya berencana untuk bermain di London, tetapi sekarang tidak masuk akal. Saya butuh udara segar, bertemu keluarga, dan bersantai. Ada banyak pertandingan tenis dan pertandingan yang berat. Saya perlu membiarkan tubuh saya bernapas dan mempersiapkan diri untuk grass-court karena Wimbledon sudah dekat setelah French Open. Akan ada dua turnamen grass-court, kemudian Wimbledon," pungkas Shnaider yang meninggalkan Roland Garros melalui pintu belakang, tetapi setelah memainkan tenis impian.

Artikel Tag: French Open, Diana Shnaider, Maja Chwalinska

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru