Devin Haney Tegaskan Dirinya “A-Side” Jika Tarung Ulang Lawan Ryan Garcia
Secara nilai komersial dan rivalitas, duel ulang Devin Haney melawan Garcia dinilai sebagai pertarungan paling menarik. (Foto: Fight TV)
Devin Haney menegaskan posisinya jelang kemungkinan duel ulang melawan Ryan Garcia.
Juara dunia WBO kelas welter itu menyebut dirinya sebagai pihak A-side dan meminta Garcia bersikap realistis jika ingin pertarungan ulang tersebut benar-benar terwujud.
Haney saat ini memiliki sejumlah opsi besar di divisi 147 pound. Selain membuka peluang unifikasi melawan juara WBA Rolly Romero, ia juga mempertimbangkan laga sarat gengsi kontra pemegang sabuk WBC, Ryan Garcia.
Dalam pernyataannya di program Inside The Ring, Devin Haney mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan kedua kubu sudah dilakukan.
Secara nilai komersial dan rivalitas, duel ulang melawan Garcia dinilai sebagai pertarungan paling menarik. Keduanya terakhir bertemu pada April 2024.
Saat itu Garcia dinyatakan menang angka mayoritas, namun hasil tersebut kemudian dianulir menjadi no-contest setelah ia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang Ostarine.
Haney menegaskan, jika Garcia ingin rematch digelar, maka pendekatan dalam negosiasi harus berbeda dibanding sebelumnya.
“Pertarungan dengan Ryan Garcia adalah yang terbesar di tinju saat ini, menurut saya,” ujar Devin Haney. “Itu sangat berarti untuk karier dan resume saya. Tapi dia harus realistis dalam negosiasi. Saya tidak akan menerima apa saja.”
Ia juga menyinggung kontroversi pertemuan pertama mereka, mulai dari Garcia yang gagal memenuhi batas berat badan hingga kasus doping yang mencoreng hasil laga.
“Kali ini harus dilakukan dengan cara yang benar. Kalau dia tidak mau, kami akan beralih. Kami bisa melawan petinju yang mengalahkannya dan yang tidak ingin dia hadapi lagi,” kata Haney, merujuk pada Romero.
Devin Haney (33-0, 15 KO) menyebut komunikasi dengan kubu Romero berjalan positif. Bahkan, tanggal, lokasi, dan jaringan siaran sudah sempat dibahas.
Romero (17-2, 13 KO) terakhir bertarung pada Mei tahun lalu ketika mengalahkan Garcia lewat keputusan mutlak untuk merebut gelar interim WBA, sebelum akhirnya diangkat menjadi juara penuh.
Terkait komunikasi dengan Ryan Garcia, Haney mengungkap bahwa keduanya sempat bertukar pesan langsung di media sosial.
Namun, pembicaraan tidak berkembang setelah Garcia mengklaim dirinya sebagai A-side.
“Dia bilang, ‘Saya hanya ingin beri tahu bahwa saya A-side,’” ujar Haney. “Padahal kami belum benar-benar mulai negosiasi. Kalau pertarungan didukung Turki Alalshikh, tidak ada istilah A atau B-side. Tawaran yang ada sangat besar sehingga Anda fokus pada bagian Anda sendiri.”
Haney merasa secara prestasi ia lebih layak disebut A-side. Ia kini berstatus juara tiga divisi setelah menang mutlak atas Brian Norman pada 22 November untuk merebut sabuk WBO.
Kemenangan itu juga mengangkatnya ke peringkat delapan pound-for-pound versi The Ring dan peringkat pertama kelas welter.
Sementara Ryan Garcia (25-2, 20 KO) bangkit dari kekalahan atas Romero dengan merebut gelar WBC pada 21 Februari usai menang dominan dalam pertarungan terakhirnya.
Meski hasil laga pertama mereka dibatalkan, Haney mengakui ada banyak hal yang harus ia benahi. Dalam duel tersebut, ia sempat tiga kali dijatuhkan Garcia.
“Saya datang terlalu percaya diri,” kata Haney. “Saya merasa petinju seperti Ryan tidak bisa mengalahkan saya. Secara mental saya meremehkannya. Kali ini tidak akan seperti itu.”
Artikel Tag: Devin Haney, Ryan Garcia