De La Hoya Soroti Kepindahan Conor Benn ke Zuffa Boxing
Conor Benn
Berita Tinju: Keputusan Conor Benn mengakhiri kerja sama dengan Matchroom Boxing dan bergabung dengan Zuffa Boxing terus menjadi sorotan. Setelah hampir satu dekade dibesarkan oleh promotor Eddie Hearn, langkah Benn dinilai sebagai perubahan besar dalam peta bisnis tinju profesional.
Sejak debut pada 2016, Benn berkembang sebagai salah satu prospek utama Matchroom. Hearn dikenal sebagai sosok yang konsisten membela petinjunya, termasuk ketika Benn tersandung kasus positif clomifene pada 2022 jelang pertarungan melawan Chris Eubank Jr yang akhirnya dibatalkan. Dalam periode tersebut, Hearn tetap memberikan dukungan terbuka hingga Benn kembali mendapatkan izin bertanding.
Dalam proses memulihkan reputasinya, Benn sempat menjalani dua laga di Amerika Serikat melawan Rodolfo Orozco dan Peter Dobson. Ia kemudian melanjutkan rivalitas dengan Eubank pada 2025. Pertemuan pertama di kelas menengah berakhir dengan kekalahan angka mutlak, namun Benn membalasnya dengan kemenangan meyakinkan dalam duel ulang beberapa bulan kemudian.
Di tengah hubungan panjang tersebut, keputusan Benn menerima tawaran dari promosi milik Dana White dinilai mengejutkan. Apalagi laporan menyebut kontrak awalnya bernilai delapan digit untuk satu pertarungan, angka yang tergolong sangat besar untuk satu kesepakatan jangka pendek.
Mantan juara dunia yang kini menjadi promotor Golden Boy Promotions, Oscar De La Hoya, mengaku heran dengan perkembangan tersebut. Dalam wawancara dengan media tinju internasional, ia menyampaikan pandangannya secara terbuka.
“Eddie Hearn pasti sangat kecewa. Sulit dibayangkan situasi seperti ini terjadi setelah semua yang sudah dilalui bersama,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya mendengar ini hanya kontrak satu pertarungan. Yang membuat saya bertanya tanya adalah, siapa yang membayar Benn dengan nilai sebesar itu.”
De La Hoya juga menyebut kepindahan Conor Benn sebagai sesuatu yang membingungkan. Menurutnya, perubahan promotor dalam fase karier yang masih membutuhkan stabilitas bukan keputusan sederhana.
Selain itu, Zuffa Boxing disebut tidak terlalu bergantung pada sistem sabuk tradisional seperti WBC, WBA, IBF dan WBO. Jika benar demikian, langkah Benn berpotensi membawa arah berbeda dalam perjalanan kariernya.
Kepindahan ini bukan hanya soal nilai kontrak, tetapi juga mencerminkan dinamika baru dalam industri tinju global yang semakin kompetitif dan sarat kepentingan bisnis.
Artikel Tag: Dana White, Eddie Hearn, oscar de la hoya, Matchroom Boxing, conor benn