Clippers dan Ballmer Akui Sanksi NBA Terkait Batasan Gaji
Clippers dan Ballmer Akui Sanksi NBA Terkait Batasan Gaji - sumber: (mainbasket)
Berita Basket NBA
Gubernur Los Angeles Clippers, Steve Ballmer, menegaskan pada Minggu (13/9) waktu AS bahwa timnya akan mematuhi sanksi NBA setelah investigasi terkait penghindaran batasan gaji dalam kesepakatan dengan Kawhi Leonard. Pernyataan tegas dikeluarkan Ballmer bahwa Clippers akan tunduk pada sanksi yang dijatuhkan liga. NBA mengganjar Ballmer dengan skors satu tahun, mendenda tim sebesar 30 juta Dolar AS, dan mencabut lima pilihan putaran pertama dalam draft. Keputusan ini diambil setelah dinyatakan bahwa Clippers melanggar aturan penghindaran batas gaji pada 3 September lalu.
Selain hukuman untuk tim, Leonard, yang dua kali meraih gelar MVP Final NBA, dikenai denda sebesar 700 ribu Dolar AS. Tidak hanya itu, presiden operasional bola basket, Lawrence Frank, dilarang bermain selama enam bulan, dan presiden operasional bisnis, Gillian Zucker, juga diskors selama satu tahun. "Kami berkomitmen untuk menutup bab ini," ujar Ballmer. "Kami telah berkomunikasi dengan NBA bahwa kami mematuhi sanksi yang dijatuhkan, telah membayar denda, dan akan terus maju," tambahnya. Walaupun ada perbedaan pendapat dalam laporan tersebut, Ballmer menegaskan bahwa fokusnya adalah mendukung tim, bukan mengalihkan perhatian.
NBA dan NBPA telah sepakat atas hukuman tersebut, membuat Clippers kehilangan opsi untuk mengajukan arbitrase. Pengacara Ballmer, David Kelley, mengungkapkan dalam pernyataan kepada liga bahwa mereka tengah menjajaki upaya hukum untuk mengatasi ketidakadilan ini, meski langkah ini tampaknya terhenti pada Minggu. Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Timur New York di Brooklyn dikabarkan juga telah membuka penyelidikan terhadap Clippers.
Sementara itu, kesepakatan bulan Juni antara Clippers dan Toronto Raptors terkait Leonard masih menggantung. Pertukaran yang melibatkan Brandon Ingram, Gradey Dick, dan beberapa pilihan draft belum diresmikan. "Sistem kesepakatan bersama NBA untuk menentukan kompensasi pemain adalah komponen fundamental dari kompetisi bola basket yang diawasi liga demi kepentingan tim dan pemain, dan pada akhirnya para penggemar," tutur komisaris NBA Adam Silver. Ia menyatakan kekecewaan mendalam atas pelanggaran aturan tersebut dan menegaskan bahwa beratnya hukuman mencerminkan keseriusan pelanggaran ini.
Reporter NBA Marc Stein mengungkapkan bahwa penundaan dalam meresmikan pertukaran ini menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat. Ada yang bertanya-tanya apakah Clippers sengaja menunda atau mempertimbangkan tindakan drastis sebagai bentuk protes terhadap Leonard yang menerima hukuman tanpa banding. Saga ini mungkin belum berakhir sepenuhnya, namun setidaknya Clippers telah menutup satu babak dengan menerima keputusan NBA.
Penggemar Toronto Raptors masih menunggu kepastian apakah kesepakatan untuk Leonard akan rampung. Raptors dan Clippers telah menyetujui pertukaran di awal musim panas, namun tertunda akibat penyelidikan NBA. Dengan Leonard yang tidak diskors dan kontraknya tetap berlaku, Raptors terhindar dari masalah yang dapat memengaruhi performa tim di lapangan.
Artikel Tag: los angeles clippers, Kawhi Leonard