Kanal

Caitlin Clark Bersinar di Momen Krusial Final Piala Dunia FIBA Putri

Penulis: Hanif Rusli
14 Sep 2026, 11:16 WIB

Caitlin Clark tampil menentukan ketika AS membutuhkan momentum untuk berbalik unggul dan meraih gelar kelima berturut-turut. (Foto: AP)

Caitlin Clark menjadi salah satu kunci kebangkitan tim nasional Amerika Serikat saat mengalahkan Prancis 97-79 pada final Piala Dunia Putri FIBA 2026, Minggu (13/9).

Sempat kesulitan pada awal pertandingan, bintang Indiana Fever itu tampil menentukan ketika AS membutuhkan momentum untuk berbalik unggul dan meraih gelar kelima berturut-turut.

Caitlin Clark masuk sebagai pemain dari bangku cadangan dan kesulitan menemukan ritmenya pada penampilan awal.

Dia melakukan dua turnover dan gagal dalam satu percobaan tembakan ketika Prancis mampu membangun keunggulan hingga 14 poin atas juara bertahan.

Situasi berubah menjelang turun minum setelah pelatih Kara Lawson mengubah rotasinya dan menutup babak pertama dengan menempatkan Clark bersama Angel Reese.

Reese kemudian merebut bola, sebelum Clark menyelesaikan serangan berikutnya dengan tembakan tiga angka tepat sebelum buzzer berbunyi.

Tembakan tersebut memangkas keunggulan Prancis menjadi hanya dua poin sekaligus mengubah momentum pertandingan.

Setelah itu, Clark tampil lebih percaya diri. Dia menciptakan lebih banyak peluang, memasukkan sejumlah tembakan penting, dan mengatur serangan AS melalui kemampuan playmaking-nya.

Clark menutup laga dengan 12 poin dan tiga assist dari lima percobaan tembakan, sementara AS mencatatkan selisih poin +11 selama 13 menit 6 detik ketika dia berada di lapangan.

Final tersebut menjadi penutup positif bagi debut Clark di turnamen besar bersama tim senior AS.

Dia sebelumnya sudah memperkuat tim nasional pada Kualifikasi Piala Dunia di Puerto Rico pada Maret, tetapi Piala Dunia di Berlin menjadi pengalaman pertamanya di ajang global utama seperti Piala Dunia FIBA atau Olimpiade.

Clark langsung memberikan dampak pada pertandingan pembuka melawan China dengan 14 poin dan 11 assist tanpa turnover.

Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Dia gagal mencetak tembakan lapangan saat menghadapi Italia dan Spanyol, serta mendapat peran terbatas sepanjang turnamen.

Kondisi tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar dan komunitas WNBA.

Sebagian menilai kehadiran Clark mampu mengubah serangan AS. “Ketika Caitlin Clark dimainkan, mereka langsung membuat laju,” tulis seorang pengguna di X.

Namun, kritik juga bermunculan. Ada yang menyoroti akurasi tembakan tiga angka dan empat turnover Clark di final, sementara sebagian lainnya mempertanyakan keputusan staf pelatih yang menggunakan Clark sebagai pemain situasional sehingga sulit mendapatkan ritme.

Di tengah perdebatan itu, Clark tetap memberikan kontribusi penting. Dia memimpin AS dalam jumlah assist sepanjang turnamen dan menjadi pemain dengan catatan plus/minus keseluruhan terbaik tim.

Kini, Caitlin Clark akan kembali fokus bersama Fever menghadapi lanjutan musim WNBA dan playoff, dengan target menambah gelar ke dalam koleksi trofinya.

Artikel Tag: olimpiade, piala dunia fiba, Caitlin Clark

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru