Candaan Cori Gauff Tentang Lewati Cobaan Mengerikan Usai Kekalahan Di Roma
Cori Gauff [kanan] dan Elina Svitolina [kiri] [image: FITP]
Berita Tenis: Setelah kekalahan di final Italian Open, Roma musim 2026, Cori Gauff dengan bercanda menceritakan pergumulan batinnya selama upacara penyerahan trofi yang sulit tersebut.
Petenis AS berhasil menunjukkan sisi humornya bahkan setelah menderita kekalahan telak dari petenis berkebangsaan Ukraina, Elina Svitolina di final Italian Open. Ia menyoroti aspek paling menantang dari menyelesaikan turnamen sebagai runner up, sambil menjelaskan bahwa keluhannya hanyalah lelucon.
Setelah kalah dari petenis berkebangsaan Italia, Jasmine Paolini di final Italian Open lalu, juara French Open musim 2025 bertekad untuk akhirnya meraih gelar di Roma untuk kali pertama dalam kariernya.
Namun, petenis berusia 31 tahun, Svitolina menggagalkan upaya petenis berusia 22 tahun dalam babak perebutan gelar, menahan upaya kebangkitan petenis unggulan ketiga, dan meraih kemenangan tiga set setelah bertanding selama 2 jam 49 menit.
Dengan kemenangan tersebut, Svitolina mengamankan gelar Italian Open ketiga dalam kariernya dan memperpanjang keunggulan head to head melawan petenis AS menjadi 4-2.
Setelah kekalahannya, petenis unggulan ketiga menggunakan Instagram dan dengan humoris menceritakan bagaimana menjalani upacara penyerahan trofi sebagai runner up memiliki semua unsur yang bisa menjadi pertunjukan horor.
“5 film horor terbaik: 1. Duduk menyaksikan upacara penyerahan trofi setelah kalah 2. Berbicara setelah kalah 3. Tersenyum dengan trofi finalis 4. Duduk menyaksikan upacara penyerahan trofi saat kalah 5. Upacara setelah kalah,” tulis Gauff.
Petenis berusia 22 tahun memberikan klarifikasi penting, menjelaskan bahwa komentarnya dibuat hanya untuk bersenang-senang.
“Sebelum muncul berbagai opini, ini hanya lelucon dan saya tersenyum saat menulis ini, saya pikir ini akan lucu. Jangan dianggap serius, haha, sebelum orang-orang yang tidak punya selera humor marah,” tambah Gauff.
Petenis AS juga menyindir dirinya sendiri, dengan mengatakan bahwa ia menghabiskan upacara penyerahan trofi dengan memutar ulang semua "kesalahan" yang dilakukannya dalam pertandingan tersebut.
"Saya mencoba melupakan semua kesalahan saya di kepala saya dan berusaha untuk tidak pingsan selama upacara," tulis Gauff.
Terlepas dari humor yang merendahkan diri sendiri, ia mengungkapkan kebanggaannya atas kiprahnya di Roma dan mengalihkan fokusnya ke French Open yang akan datang.
“Sejujurnya, dua pekan yang menyenangkan. Bangga pada diri sendiri. Banyak belajar. Siap untuk Paris sekarang,” lanjut Gauff.
Kini, petenis berusia 22 tahun akan memasuki French Open sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Aryna Sabalenka di final musim lalu. Ia akan berburu gelar Grand Slam ketiga dalam kariernya saat tiba di Roland Garros, Paris.
Artikel Tag: Elina svitolina, Italian Open, Cori Gauff