Casper Ruud Tak Ingin Dibandingkan Dengan Petenis Lain
Casper Ruud [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Norwegia, Casper Ruud menolak membandingkan kariernya dengan petenis terbaik lainnya saat ia menatap final Italian Open musim 2026 di Roma.
Petenis unggulan ke-23 mengalahkan petenis tuan rumah, Luciano Darderi dengan hanya kehilangan dua game saja demi mencapai final Italian Open untuk kali pertama dalam kariernya.
Meskipun memenangkan Madrid Open musim lalu dan sebelumnya pernah melenggang ke final French Open, untuk kali pertama ia akan berkompetisi demi gelar bergengsi di Roma.
Menurut petenis berusia 27 tahun, sebagian besar alasannya berkaitan dengan pukulan forehand miliknya.
“Pukulan forehand saya tampaknya menimbulkan masalah bagi lawan. Saya rasa saya bermain dengan cukup solid dari sisi backhand saya,” ungkap Ruud.
“Di Madrid ketika saya kalah dari Alexander Blockx, pukulan forehand saya agak kurang akurat dan tidak menciptakan masalah dari sudut backhand saya. Di Roma, saya melakukan pengembalian bola dengan sangat baik dan mengatur poin dengan sangat baik setelah itu. Saya senang dengan perasaan saya di lapangan. Rasanya lebih mudah untuk melakukan pukulan saat berada di Roma daripada di Madrid karena bola tidak terlalu melambung.”
“Anda merasa bola masuk ke bawah. Tentu saja itu perasaan yang bagus. Saya rasa pengembalian bola dan permainan baseline saya bahkan lebih baik daripada di Madrid.”
Perjalanan karier mantan petenis peringkat 2 dunia sangat menarik, tetapi masih belum beruntung untuk mengangkat gelar Grand Slam. Berbicara tentang perjalanan kariernya, ia menolak untuk membandingkan dirinya dengan petenis lain dan terus menorehkan jalannya sendiri.
“Terkadang anda harus melihat diri sendiri di cermin dan menyadari bahwa mungkin itu bukan takdir anda dalam beberapa pertandingan di mana anda kalah atau melihat bagaimana ada semacam peluang bagi seseorang untuk mengambil alih tahta setelah tiga besar ketika mereka tampaknya berada di akhir dominasi mereka,” jelas Ruud.
“Jelas Novak masih ada, ia masih punya peluang di mata saya untuk memenangkan gelar-gelar terbesar ketika ia sedang dalam performa terbaiknya. Saya adalah salah satu petenis yang sempat disebut-sebut namanya dalam diskusi selama beberapa musim. Saya tidak mampu menindaklanjutinya. Saya dikalahkan dan dilampaui oleh petenis lain. Kemudian ada Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz yang telah menjadi semacam petenis luar biasa seperti sekarang ini. Terkadang saya berada di rumah dan berharap sayalah yang berada di sana, bukan mereka.”
“Namun, anda tidak boleh terlalu memikirkan petenis lain. Anda harus tetap fokus pada diri sendiri dalam olahraga ini, cobalah untuk berkonsentrasi pada diri sendiri sebisa mungkin. Bagaimanapun, ini adalah olahraga individual. Membandingkan diri anda dengan petenis lain menurut saya adalah kesalahan terbesar yang bisa anda lakukan.”
Kini, satu-satunya fokus Ruud adalah permainannya sendiri untuk menghadapi petenis unggulan pertama, Sinner di final Italian Open.
Artikel Tag: Italian Open, Casper Ruud, Jannik Sinner