Cameron Young Tak Sengaja Gunakan Bola Golf Standar Masa Depan
Cameron Young tidak mengetahui bahwa bola yang digunakannya sudah memenuhi standar baru yang dirancang untuk mengurangi jarak pukulan pemain elite. (Foto: Golf Digest)
Pegolf Amerika Serikat Cameron Young mengungkapkan bahwa dirinya telah menggunakan bola golf yang sesuai dengan aturan rollback jarak pukulan yang akan diterapkan badan pengatur golf dunia pada masa depan.
Pengakuan itu disampaikan Young di sela PGA Championship 2026 di Aronimink Golf Club, Pennsylvania, Rabu (13/5) waktu setempat.
Menariknya, pegolf peringkat ketiga dunia tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa bola yang digunakannya sudah memenuhi standar baru yang dirancang untuk mengurangi jarak pukulan pemain elite.
United States Golf Association (USGA) dan R&A sebelumnya mengusulkan perubahan standar pengujian bola golf agar jarak pukulan pemain profesional bisa berkurang sekitar 15 yard.
Regulasi itu awalnya direncanakan berlaku pada 2028 untuk pegolf elite dan 2030 bagi seluruh pemain, meski USGA belakangan membuka kemungkinan penundaan hingga 2030.
Cameron Young ternyata sudah menggunakan bola Titleist Pro V1x Double Dot sejak musim lalu.
Bola tersebut pertama kali dipakainya pada Wyndham Championship, turnamen yang akhirnya memberinya kemenangan perdana di PGA Tour setelah tujuh kali finis runner-up.
Musim ini, Cameron Young tampil impresif dengan menjuarai The Players Championship dan Cadillac Championship.
Ia juga menjadi salah satu favorit juara PGA Championship pekan ini yang berpotensi menjadi gelar mayor pertamanya.
Cameron Young mengatakan keputusan menggunakan bola tersebut murni karena performanya di lapangan, bukan karena menyesuaikan dengan regulasi baru.
“Saya memakainya karena alasan yang sama seperti pemain lain memilih bola mereka,” kata Young. “Saya mencobanya saat tes di fasilitas Titleist hampir dua tahun lalu dan langsung menyukai lintasan bolanya.”
Menurut Young, ia baru mengetahui beberapa pekan terakhir bahwa bola tersebut lolos standar pengujian baru yang dirancang USGA dan R&A.
“Saya sama sekali tidak mempertimbangkan soal aturan itu. Saya hanya mencoba mengoptimalkan permainan saya dan bola ini yang paling cocok,” ujarnya.
Meski menggunakan bola yang sesuai standar baru, performa jarak pukulan Cameron Young tetap impresif.
Musim ini ia menempati peringkat keenam PGA Tour dalam kategori strokes gained off the tee dengan rata-rata 0,644 dan berada di posisi ke-16 untuk rata-rata driving distance sejauh 302,7 yard.
Saat menjuarai The Players Championship pada Maret lalu, Young bahkan mencatat pukulan sejauh 375 yard di hole ke-18 TPC Sawgrass.
Young menegaskan para pegolf profesional sebenarnya tidak semata-mata mencari bola yang bisa melaju paling jauh.
Menurutnya, banyak pemain lebih memprioritaskan kontrol permainan dibanding jarak pukulan.
“Kami mengorbankan beberapa hal demi kontrol iron dan wedge. Bagi saya, kemampuan mengontrol spin jauh lebih penting,” kata Young.
Perdebatan mengenai rollback bola golf masih terus berlangsung di kalangan pegolf profesional.
Beberapa pemain, termasuk pegolf nomor satu dunia Scottie Scheffler, menilai badan pengatur seharusnya fokus pada desain lapangan ketimbang membatasi peralatan.
Mantan juara PGA Championship Xander Schauffele juga menyoroti banyak lapangan yang kini kehilangan pohon akibat proyek restorasi sehingga area pendaratan bola menjadi lebih luas dan permainan semakin mudah.
Namun di sisi lain, sejumlah tokoh golf mendukung kebijakan rollback tersebut.
Chairman Augusta National Fred Ridley bersama legenda golf Jack Nicklaus, Gary Player, dan Tom Watson menilai pembatasan jarak pukulan penting untuk menjaga integritas olahraga golf di masa depan.