Bukan Sekadar Rumor, Larry Holmes Klaim Pernah Ditolak Rival Kuat Ini
Larry Holmes
Berita Tinju: Larry Holmes kembali membuka kisah lama dari masa kejayaannya di kelas berat dunia. Mantan juara dunia itu meyakini bahwa salah satu rival potensialnya memilih menghindari pertarungan, meski kerap mengklaim memiliki kualitas teknik yang lebih unggul, terutama dalam hal jab.
Holmes, yang dikenal dengan julukan The Easton Assassin, memegang sabuk juara dunia kelas berat selama hampir tujuh tahun. Dalam rentang 1978 hingga 1985, ia mencatatkan 19 kali pertahanan gelar, sebuah rekor yang menempatkannya di jajaran elite sejarah tinju dunia. Gelar juara WBC diraihnya usai menang tipis melalui keputusan terbelah atas Ken Norton, sebelum kemudian menumbangkan sejumlah penantang berbahaya.
Di antara kemenangan penting Holmes adalah saat menghadapi Earnie Shavers yang dikenal memiliki pukulan keras. Ia juga mencetak kemenangan kontroversial atas Muhammad Ali yang saat itu sudah melewati masa emasnya. Dominasi Holmes akhirnya terhenti ketika ia kalah angka dari Michael Spinks, yang menjadi awal menurunnya perjalanannya di level tertinggi.
Pada fase berikutnya, Holmes mengalami kekalahan dari Mike Tyson dan Evander Holyfield. Laga melawan Holyfield berlanjut pada duel melawan Riddick Bowe pada 1992, di mana Holmes kembali kalah melalui keputusan juri. Pertarungan tersebut menjadi pengantar lahirnya rivalitas legendaris antara Bowe dan Holyfield yang berujung pada trilogi ikonik di era 1990-an.
Namun sebelum Bowe terlibat dalam duel bersejarah itu, Holmes mengaku sempat berharap bisa bertemu langsung dengan petinju bertubuh besar tersebut. Menurut Holmes, niat itu tidak pernah terwujud karena pihak lawan tidak menunjukkan ketertarikan.
“Saya mencoba melawannya dan tim mereka tidak pernah menerima tawaran itu. Mereka bebas mengatakan apa pun,” ujar Holmes.
Ia menambahkan bahwa rekam jejak dan gaya bertarungnya sudah cukup berbicara. “Saya tahu apa yang sudah saya lakukan, orang-orang juga tahu bagaimana saya bertinju, dan itu sudah cukup,” lanjutnya.
Holmes bahkan meyakini bahwa jika duel itu terjadi, ia akan keluar sebagai pemenang. Menurutnya, stamina dan pengalaman bertarung di level elite akan menjadi faktor penentu. Meski demikian, diakui pula bahwa Bowe berada lebih dekat dengan masa puncaknya dan memiliki keunggulan fisik yang signifikan pada periode tersebut.
Hingga kini, duel antara Larry Holmes dan Riddick Bowe tetap menjadi salah satu pertarungan impian yang tak pernah terwujud, namun terus hidup dalam perbincangan penggemar tinju dunia.
Artikel Tag: Larry Holmes, Riddick Bowe