☰
Kanal
✕

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, UEFA Desak Balik ke Format Lama

Penulis: Abdi Ardiansyah
13 Okt 2026, 11:35 WIB

Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026

Berita Timnas - FIFA mendapat desakan dari sejumlah federasi sepak bola Eropa untuk menghapus format jeda internasional tiga pekan yang mulai diterapkan pada musim 2026/2027. Di tengah kekhawatiran soal beban pertandingan dan risiko cedera pemain, format baru tersebut justru membantu Timnas Indonesia meraih gelar usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Mulai musim 2026/2027, FIFA menggabungkan jeda internasional September dan Oktober menjadi satu periode yang berlangsung selama tiga pekan. Sebelumnya, agenda tim nasional pada akhir tahun dibagi menjadi tiga jeda terpisah, yakni September, Oktober, dan November.

Perubahan tersebut memberi kesempatan bagi tim nasional untuk memainkan hingga empat pertandingan dalam satu periode jeda internasional. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan format sebelumnya yang membagi pertandingan ke dalam beberapa periode.

Durasi yang lebih panjang juga dimanfaatkan untuk menggelar FIFA ASEAN Cup 2026. Dengan format lama, turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut berpotensi harus dibagi ke dalam dua periode jeda internasional.

Timnas Indonesia memanfaatkan kesempatan itu dengan memanggil para pemain terbaiknya. Hasilnya, skuad Timnas Indonesia asuhan John Herdman berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Thailand pada partai final.

Namun penerapan format baru ini menuai keberatan di Eropa. Sejumlah federasi sepak bola negara-negara Eropa dikabarkan meminta FIFA menghapus jeda tiga pekan dan mengembalikan sistem sebelumnya.

The Guardian melaporkan bahwa beban pertandingan, risiko cedera, dan persoalan finansial menjadi sejumlah kekhawatiran utama. Jadwal padat bersama tim nasional dinilai dapat menambah tekanan terhadap pemain yang juga harus membela klub masing-masing.

Sejumlah pemain, seperti Kylian Mbappe, Alex Scott, Cody Gakpo, Alexander Isak, dan Brian Brobbey, disebut mengalami masalah cedera di tengah padatnya agenda pertandingan. Meski cedera tidak selalu disebabkan oleh jeda internasional, bertambahnya jumlah laga menjadi salah satu perhatian dalam perdebatan tersebut.

"Banyak FA Eropa ingin kembali ke format lama," tulis The Guardian dalam laporannya.

Meski desakan tersebut muncul dari sejumlah federasi, perubahan kebijakan FIFA belum tentu terjadi dalam waktu dekat. Laporan yang sama menilai peluang perubahan format dapat berkaitan dengan dinamika kepemimpinan di tubuh FIFA.

Presiden FIFA Gianni Infantino sendiri disebut tengah berupaya mendapatkan periode kepemimpinan keempatnya dalam kongres yang dijadwalkan pada Maret mendatang.

Perdebatan ini memperlihatkan perbedaan kepentingan antara penyelenggaraan kompetisi internasional dan kebutuhan klub untuk menjaga kebugaran pemain. Bagi negara-negara yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk menggelar turnamen, format baru memberikan keuntungan dari sisi jadwal. Namun bagi sejumlah federasi Eropa, dampaknya terhadap pemain dan klub menjadi alasan untuk meminta evaluasi.

Artikel Tag: UEFA, Timnas Indonesia, FIFA ASEAN Cup

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru