Thomas Tuchel Bergurau Kena Marah Soal Taktik Pergantian Pemain Inggris
Thomas Tuchel tegaskan dapat dukungan penuh Asosiasi Sepak Bola Inggris. (Foto: John Walton/PA Images via Getty Images)
Berita Sepak Bola: Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, bergurau bahwa dirinya sempat kena marah akibat keputusan pergantian pemain yang terlalu bertahan saat timnya tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026. Pelatih asal Jerman itu menegaskan tetap mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) meski taktiknya di Atlanta memicu sorotan tajam.
Kritik tajam mengarah kepada Thomas Tuchel setelah Inggris membuang keunggulan 1-0 atas Argentina pada menit-menit akhir babak kedua. Keputusan Tuchel yang menarik keluar para pemain serang demi mempertahankan skor justru berbuah fatal, di mana gawang The Three Lions kebobolan dua gol beruntun yang mengakhiri langkah mereka di turnamen tersebut.
Di tengah gelombang kritik publik, manajemen FA memilih untuk mempertahankan kepercayaan mereka kepada eks juru taktik Chelsea tersebut. Tuchel mengonfirmasi bahwa serangkaian evaluasi pascaturnamen yang dilakukannya bersama para petinggi federasi berjalan konstruktif dan menjadi bahan pembelajaran penting untuk masa depan tim.
"Saya tentu saja dimarahi karena pergantian pemain yang saya lakukan. Cuma bercanda," ujar Tuchel saat ditanya mengenai jalannya diskusi bersama para atasannya. "Kami melakukan beberapa evaluasi, yang bagus untuk dilakukan, yang agak tidak biasa dilakukan karena Anda tidak memiliki waktu di sepak bola klub untuk melakukan begitu banyak evaluasi, tetapi ini adalah bagian dari melangkah maju dan ini adalah bagian dari belajar."
Tuchel mengungkapkan bahwa proses refleksi bersama jajaran hierarki FA berlangsung sangat terbuka dan emosional. "Terkadang menyakitkan, terkadang emosional, terkadang indah, karena orang-orang berbicara jujur dan mereka berbicara tentang situasi, tentang momen-momen yang tidak ada di daftar prioritas tinggi Anda tetapi sangat berarti bagi mereka. Saya bisa katakan dengan sangat jujur bahwa saya merasakan dukungan penuh dari semua atasan saya sepanjang Piala Dunia, sepanjang turnamen," lanjutnya.
Mantan pelatih Bayern Munich itu juga mengenang momen krusial sebelum laga melawan Meksiko di mana jajaran pimpinan FA memberikan kepastian bahwa posisinya tetap aman terlepas dari hasil akhir. Jaminan tersebut memberikan kebebasan bagi Tuchel untuk mengambil keputusan taktis tanpa dibayangi kecemasan akan pemecatan.
Menanggapi reaksi suporter, Thomas Tuchel mengklaim mayoritas pendukung justru lebih fokus pada momen-momen emosional tim ketimbang mempermasalahkan taktik. "Saya beri tahu Anda sesuatu. Seperti 99,9 persen penggemar tidak berbicara tentang pergantian pemain, belokan taktis, dan hal-hal taktis," katanya.
"Mereka berbicara tentang di mana mereka menyaksikan pertandingan Meksiko. Mereka berbicara tentang babak kedua, energi pertandingan Kroasia. Mereka berbicara tentang betapa menegangkannya menyaksikan pertandingan kami melawan (Republik Demokratik) Kongo dan di mana mereka merayakannya. Inilah yang kami ciptakan, dan begitulah seharusnya," pungkas Tuchel.
Artikel Tag: Thomas Tuchel, Inggris, Piala Dunia 2026