Kanal

Perdana Menteri Spanyol Kecam Insiden Islamofobia

Penulis: Zulaikha Megantara
02 Apr 2026, 17:24 WIB

Perdana Menteri Spanyol Kecam Insiden Islamofobia - sumber: (footballespana)

Berita Liga Spanyol kembali menjadi sorotan setelah insiden rasisme yang mencoreng laga tanpa gol antara Spanyol melawan Mesir pada Selasa lalu. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara terbuka mengecam teriakan Islamofobia yang terdengar di RCDE Stadium, yang membuat malu tim nasional Spanyol di mata dunia.

Sanchez, melalui media sosialnya, menyatakan bahwa insiden di Cornella tersebut tidak dapat diterima dan tidak boleh terulang. Dia menekankan pentingnya menjaga keragaman dan toleransi yang menjadi ciri khas Spanyol, serta memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang menjadi korban. "Kami tidak bisa membiarkan sebagian kecil yang tidak menghormati mencoreng nama baik Spanyol, sebuah negara yang plural dan toleran, termasuk tim nasional sepak bola dan para pendukungnya," tegas Sanchez.

Sementara itu, Duta Besar Mesir untuk Spanyol, Ehab Ahmed Badawy, juga turut angkat bicara. Ia mengklarifikasi bahwa meskipun ada desas-desus tentang delegasi Mesir yang hendak meninggalkan stadion, hal tersebut tidak benar. Badawy menekankan bahwa pengalaman pribadinya di Spanyol menunjukkan keramahan yang patut dicontoh dan menganggap insiden tersebut sebagai tindakan dari segelintir orang yang tidak mencerminkan masyarakat Spanyol secara keseluruhan.

"Spanyol adalah contoh keramahan yang patut diikuti. Teriakan tersebut memang tidak dapat diterima, namun dilakukan oleh minoritas yang tidak mewakili mayoritas masyarakat Spanyol atau perasaan pemerintah Spanyol," ujar Badawy.

Lebih lanjut, Badawy menyatakan bahwa hubungan persahabatan antara Spanyol dan Mesir tetap kuat, seperti yang ditegaskan oleh kecaman dari para Menteri Pendidikan dan Kehakiman Spanyol serta Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF). Para pemain Mesir memahami bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan negara Spanyol secara keseluruhan.

Selain itu, RFEF kini berada dalam tekanan setelah radio Cope melaporkan adanya teriakan rasis lainnya seperti "Spanyol adalah Katolik, bukan Muslim" yang terdengar di stadion. Insiden ini bisa berujung pada denda atau bahkan penutupan sebagian stadion, tergantung pada laporan pertandingan dari wasit.

Artikel Tag: Spanyol

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru