Pawai Juara Kacau Balau, Dedi Kusnandar Minta Ada Evaluasi
Suasana pawai juara Persib Bandung usai menjadi juara Super League 2025/2026
Berita Super League Indonesia: Pawai juara Persib usai menjuara Super League 2025/2026 menuai banyak kritik. Hal itu diakui oleh gelandang senior, Dedi Kusnandar yang menyebut perlu dilakukan evaluasi.
Maung Bandung berhasil memenangkan titel ketiga secara beruntun usai menahan imbang Persijap 0-0. Raihan angka di klasemen tidak bisa dikejar oleh Borneo FC hingga akhirnya mewujudkan three-peat.
Pada agenda konvoi juara, Minggu (24/5), Bobotoh begitu antusias turun ke jalan. Namun ini tidak dibarengi dengan persiapan matang, baik dari rute perjalanan, mitigasi keramaian hingga pengamanan untuk pemain maupun staf official.
Perjalanan pawai yang semula direncanakan bergulir tiga jam ngaret menjadi lima jam. Pemain juga tidak mendapat kenyamanan karena menerima kontak fisik, bahkan ada momen Frans Putros kehilangan handphone.
Dedi menilai momen tersebut harus jadi pelajaran. Bahwa panitia harusnya membuat perencanaan matang sehingga seluruh elemen, baik rombongan tim Persib dan Bobotoh yang turun ke lapangan merasa puas.
"Mungkin semua bisa melihat kemarin kurang tertib. Pasti ada kekecewaan dari pemain, tetapi ya itu ke depannya bisa jadi pembelajaran. Mudah-mudahan lah dengan kejadian ini harus belajar dari pengalaman," tutur dia ketika diwawancara di Tanjungsari, Senin (25/5).
"Mudah-mudahan bisa juara lagi di tahun depan, bisa jadi pembelajaran ke depan agar lebih terkoordinir. Kita tahu animo dari tahun ke tahun lebih luar biasa lagi, terus sebagai pembelajaran juga," lanjutnya.
Pawai juara pun tidak hanya sampai di situ, karena tim diundang hadir ke kediaman manajer tim, Umuh Muchtar keesokan harinya di Tanjungsari, Sumedang. Untuk pesta kedua, Dedi melihat ada perayaan yang lebih rapi dan senang melihat antusiasme dari warga.
"Kita tahu animo bobotoh seperti apa jadi situasi seperti ini kita sudah tahu dan sangat luar biasa animo antusiasme bobotoh perayaan juara ini sangat besar," ujar gelandang berusia 34 tahun tersebut.
"Jadi sangat bangga sebagai pemain Persib dengan animo seperti ini. Saya titip buat Bobotoh, kita boleh merayakan tapi selalu jaga ketertiban, jaga keselamatan, karena itu yang terpenting," tandas dia.
Artikel Tag: Persib, Dedi Kusnandar, Super League