Nasib Manajer Premier League: Siapa Paling Terancam Pemecatan?
Nasib Manajer Premier League: Siapa Paling Terancam Pemecatan? - sumber: (givemesport)
Berita Liga Inggris – Saat Liga Premier memasuki tahap krusial, perputaran kursi manajer mulai terasa kembali. Beberapa klub yang sebelumnya mengejutkan dan tampak stabil, kini menghadapi tantangan berat. Contohnya, Ruben Amorim dan Thomas Frank yang harus meninggalkan posisinya di Manchester United dan Tottenham karena hasil yang tak memuaskan.
Dalam dunia sepak bola yang digerakkan oleh hasil, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Kami menelusuri dunia manajemen di Liga Premier, menilai siapa saja manajer yang mungkin terancam kehilangan pekerjaan musim ini. Dari mereka yang bergulat di zona degradasi hingga yang memimpin perburuan gelar, berbagai faktor seperti performa tim, kesabaran manajemen, dan tekanan media menjadi penentu keamanan posisi mereka.
Mikel Arteta, Arsenal
Musim lalu, Arsenal finis di peringkat kedua, meski bukan tanpa hambatan. Mikel Arteta harus menghadapi krisis cedera, termasuk absennya Bukayo Saka dan Kai Havertz. Meski gagal menjadi penantang serius gelar, Arsenal tampil menawan di Eropa dengan mencapai semifinal Liga Champions. Meski jarak dengan pesaing semakin mengecil, Arsenal masih menjadi favorit untuk finis pertama pada Mei mendatang.
Regis Le Bris, Sunderland
Regis Le Bris menjadi pilihan berani Sunderland, mengambil risiko dengan pelatih Prancis tanpa pengalaman di Inggris. Namun, ia membuktikan diri dengan membawa Sunderland kembali ke Liga Premier setelah absen sejak 2017. Dengan skuad yang kuat dan posisi aman di tengah klasemen, Sunderland tampaknya akan bertahan di liga teratas musim ini.
Pep Guardiola, Manchester City
Pernah tak terbayangkan Manchester City akan mempertimbangkan memecat Pep Guardiola. Namun, setelah musim mengecewakan, City melakukan perombakan besar. Dengan pemain baru seperti Tijani Reijnders dan Rayan Cherki, City bangkit dan kini berada di final Carabao Cup serta bersaing ketat di liga.
Keith Andrews, Brentford
Brentford menunjuk Keith Andrews setelah kepergian Thomas Frank. Meski tanpa pengalaman manajerial tingkat atas, Andrews membawa timnya meraih kemenangan mengesankan atas klub besar seperti Liverpool dan Manchester United. Brentford kini berada di jalur untuk lolos ke kompetisi Eropa.
Michael Carrick, Manchester United
Menggantikan Ruben Amorim, Michael Carrick menjadi manajer sementara Manchester United. Dengan status legenda klub, Carrick sudah melampaui rekor kemenangan beruntun Amorim dan tampaknya menjadi kandidat kuat untuk posisi permanen.
Unai Emery, Aston Villa
Unai Emery berhasil mengangkat kembali reputasinya di Liga Premier bersama Aston Villa, membawa timnya ke kompetisi Eropa. Meski sempat menjadi penantang gelar, performa Villa menurun. Emery kini harus memastikan timnya tetap kompetitif.
Marco Silva, Fulham
Marco Silva terus mempertahankan Fulham di papan tengah meski sering kehilangan pemain bintang. Dengan dukungan penuh dari fans, Silva tampaknya masih aman dari ancaman pemecatan.
Liam Rosenior, Chelsea
Setelah pemecatan Enzo Maresca, Chelsea menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih baru. Meski belum berpengalaman di level tertinggi, Rosenior mendapat kontrak panjang dan telah menunjukkan performa campuran sejauh ini.
Andoni Iraola, Bournemouth
Keputusan Bournemouth merekrut Andoni Iraola terbukti tepat. Klub ini tampil mengesankan melawan tim-tim besar dan Iraola kini menjadi salah satu pelatih yang paling dihormati di Eropa.
David Moyes, Everton
Kembalinya David Moyes membawa perubahan positif di Everton. Setelah sebelumnya terancam degradasi, Moyes membawa timnya ke posisi yang lebih aman dan berpotensi lolos ke kompetisi Eropa.
Setiap manajer di Liga Premier menghadapi tantangan unik, dan hanya waktu yang akan menentukan siapa yang akan bertahan dan siapa yang harus menyerahkan jabatan mereka.
Artikel Tag: Manchester City, Manchester United, Arsenal, Pep Guardiola, Tottenham, Mikel Arteta, Michael Carrick