Kanal

Mengungkap 25 Manajer Terhebat Sepanjang Sejarah Liga Premier

Penulis: Hardy D
20 Mei 2026, 06:09 WIB

Mengungkap 25 Manajer Terhebat Sepanjang Sejarah Liga Premier - sumber: (givemesport)

Berita Liga Inggris – Sir Alex Ferguson dari Manchester United dinobatkan sebagai manajer terbaik dalam sejarah Liga Premier Inggris, mengungguli nama-nama besar seperti Jose Mourinho, Jurgen Klopp, dan Pep Guardiola. Ferguson memimpin selama era keemasan Liga Premier, dengan kontribusi besar dalam membentuk Manchester United menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris.

Di antara deretan manajer legendaris, Pep Guardiola dikenal sebagai yang terbaik dari generasinya. Di bawah kepemimpinannya, Manchester City meraih berbagai gelar dan seringkali harus bersaing ketat dengan Liverpool yang diasuh Jurgen Klopp. Mikel Arteta bersama Arsenal juga menjadi pesaing serius dalam beberapa musim terakhir. Guardiola menjadi satu dari empat manajer Liga Premier yang berhasil memenangkan liga lebih dari satu kali sejak rebranding pada 1992.

Eddie Howe, meski belum banyak meraih trofi, membuktikan dirinya sebagai manajer yang berharga. Di Bournemouth, ia membawa klub dari League Two ke Liga Premier dengan anggaran terbatas. Di Newcastle United, Howe mengubah tim dari kandidat degradasi menjadi penantang reguler di Liga Champions.

Arne Slot mencatat prestasi gemilang dengan memenangkan Liga Premier di musim pertamanya bersama Liverpool pada 2024/25. Slot sukses memaksimalkan potensi para pemain bintang seperti Mohamed Salah dan menggantikan Jurgen Klopp dengan baik, meskipun musim keduanya penuh tantangan.

Roy Hodgson, dengan pengalaman panjangnya, dikenal karena taktik dan kepiawaiannya. Di Fulham, ia membawa klub ke final Liga Europa dan posisi ketujuh di liga. Meski kariernya di Liverpool kurang bersinar, Hodgson tetap punya catatan impresif di West Bromwich Albion dan Crystal Palace.

Martin O’Neill, yang melatih selama sembilan musim di Liga Premier, terkenal karena prestasinya bersama Aston Villa dan Leicester City. Di Leicester, ia mencapai posisi kedelapan, sementara di Aston Villa, ia menjadikan tim penantang reguler di posisi enam besar.

Brendan Rodgers hampir mengantar Liverpool meraih gelar liga pada 2013/14, hanya terpaut dua poin dari juara. Meski tidak berhasil di Anfield, ia meraih FA Cup dan dua kali lolos ke Liga Europa bersama Leicester City.

Gerard Houllier paling dikenal dari masanya di Liverpool, di mana ia memenangkan treble piala pada musim 2000-01. Selain itu, Liverpool juga meraih Community Shield dan Piala Super UEFA di bawah kepemimpinannya.

Sam Allardyce, dikenal sebagai manajer yang mengutamakan statistik dan analisis, telah melatih sembilan klub di Liga Premier. Pendekatan berbasis data ini membantu klub seperti Bolton dan West Ham meraih hasil yang sukses meski kerap dikritik karena gaya permainannya.

Kevin Keegan mengangkat Newcastle dari ancaman degradasi hingga menjadi penantang gelar liga. Musim 1995-96, meski kehilangan gelar, tetap diingat berkat komentarnya yang legendaris tentang Sir Alex Ferguson.

Sir Bobby Robson, meski terkenal secara internasional, tetap diingat dengan hangat oleh fans Newcastle. Dari posisi buncit, ia membawa klub ke papan tengah dan dua kali lolos ke Liga Champions, mengembalikan semangat dan gaya menyerang yang dinanti para penggemar.

Mauricio Pochettino, meski belum meraih trofi di Inggris, mengubah Tottenham menjadi tim papan atas dengan tiga kali finis di posisi tiga besar dan mencapai final Liga Champions 2019. Meski masa jabatannya di Chelsea berakhir cepat, ia tetap dianggap sebagai salah satu manajer terbaik di sejarah Liga Premier.

Artikel Tag: Lionel Messi, Manchester United, Liverpool, Pep Guardiola, Leicester City, Jurgen Klopp, Aston Villa, Gerard Houllier, Arne Slot, sir bobby robson

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru